Tampilkan postingan dengan label RCTI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RCTI. Tampilkan semua postingan

18 September 2008

RCTI dan SCTV Dapat Teguran KPI

Kamis, 18 September 2008 | 23:53 WIB

Dua televisi swasta nasional RCTI dan SCTV mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia. Teguran ini terkait penyiaran iklan Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional yang melanggar ketentuan durasi penyiaran kampanye pemilu 2009, di kedua stasiun televisi itu.

"Ketentuan yang ada hanya memperbolehkan iklan partai itu selama lima menit per hari," ujar anggota KPI Izzul Muslimin di Jakarta, Kamis (18/9) malam.

Pasal 95 ayat (1) UU Nomor 10 Tahun 2008, membatasi durasi iklan partai politik maksimal 10x30 detik/5x60 detik/ 5 menit. Menurut Izzul, hasil pemantauan KPI pada tanggal 17 Agustus 2008 di SCTV, iklan Partai Demokrat (Soesilo Bambang Yudhoyono bersama Partai Demokrat) ditayangkan enam kali dengan jumlah waktu enam menit.

Selain itu, iklan Soetrisno Bachir dan Amien Rais ditayangkan di SCTV sebanyak tujuh kali dengan durasi tujuh menit. Sedangkan di RCTI, menurut Izzul, juga pada tanggal 17 Agustus,iklan Partai Amanat Nasional ditayangkan delapan kali dengan jumlah durasi delapan menit.

Selain itu, iklan Partai Demokrat (Soesilo Bambang Yudhoyono bersama Partai Demokrat) ditayangkan enam kali dengan durasi enam menit. "Pelanggaran durasi ini, membuat KPI menegur SCTV dan RCTI. Ini hasil pemantauan periode Agustus-September 2008. Kedepan, KPI akan lebih waspada lagi menangani dan memantau iklan kampanye partai di televisi," ujarnya. MAM

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/09/18/2353216/rcti.dan.sctv.dapat.teguran.kpi

19 Agustus 2008

Empat Judul Tayangan Dinilai Bermasalah

Jakarta, Kompas - Komisi Penyiaran Indonesia Pusat menilai empat judul tayangan TV, yaitu Bleach, Cerita SMA, Detective Conan, dan Naruto, bermasalah karena melanggar beberapa pasal dalam Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.

"Dari pemantauan tersebut kami menyimpulkan lembaga penyiaran belum melindungi anak- anak dan remaja," kata Ketua Tim Panelis Pemantau Siaran TV Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Arief Rahman di Jakarta, Selasa (19/8).

Empat tayangan itu adalah hasil pengamatan 14-29 Juni 2008. Tim panelis menilai 84 judul tayangan, terdiri atas 316 episode dan disiarkan sembilan stasiun TV (Indosiar, SCTV, TPI, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, Trans TV, dan Trans 7). Delapan belas judul di antaranya berupa sinetron, 19 judul variety show, dan 47 judul program anak.

Pemantauan difokuskan pada tayangan anak dan remaja dengan titik berat perlindungan terhadap anak dan remaja. Tayangan dinilai melanggar apabila mengandung unsur kekerasan (fisik, psikologis, sosial) baik verbal maupun nonverbal, tidak melindungi kepentingan anak-anak dan remaja, tidak ada/tidak menampilkan klasifikasi penggolongan tayangan (berdasarkan usia penonton), serta tidak sesuai norma kesopanan dan kesusilaan.

Memuat kekerasan

Salah seorang anggota Tim Panelis Pemantau Siaran, Nina Armando, mengatakan, banyak film animasi memuat materi yang tidak sesuai untuk anak. Misalnya, muatan kekerasan yang eksplisit dan berlebihan serta mengandung tema-tema yang tidak sesuai dengan dunia anak dan ada adegan yang melibatkan anak dalam setting yang tidak pantas.

Tayangan Bleach di Indosiar yang diputar tiap hari Minggu pukul 11.00-11.30 dinilai tidak tepat untuk anak-anak karena menampilkan cerita tentang dunia mistis dan kekerasan sebagai tema utama, sangat ekspresif dan menunjukkan orang bertarung dengan tangan kosong maupun senjata.

Cerita SMA yang ditayangkan setiap hari pukul 19.00-20.00 di RCTI dinilai tidak memerhatikan norma kesopanan dan kesusilaan. Ada adegan yang menampilkan alat kelamin pemeran anak laki-laki.

"Memang dia adalah anak- anak dan lucu, tapi dari adegan itu kita bisa menilai bahwa tidak ada perlindungan bagi si anak yang bermain sinetron dan sekaligus tidak ada perlindungan bagi anak-anak yang menontonnya," kata Arief Rahman.

Detective Conan yang ditayangkan di Indosiar setiap Minggu pukul 08.30-09.00 menampilkan tema cerita yang tidak tepat bagi anak dan pemeran yang hampir seluruhnya orang dewasa. Begitu pula Naruto di Indosiar dan Global TV yang menampilkan kekerasan fisik dan mistis.

"Orangtua harus lebih sadar bahwa tayangan kartun atau animasi tidak semuanya cocok untuk anak-anak. Banyak adegan kekerasan di film-film kartun, seperti di dalam Tom and Jerry. Itu memang membuat kita tertawa, tapi itu, kan, kekerasan kalau kucing dibanting-banting sampai gepeng, dicekik. Anak-anak mudah sekali meniru. Itu harus kita waspadai," kata Arief Rahman.

Lebih berhati-hati

Menanggapi penilaian dari KPI tersebut, Manajer Hubungan Masyarakat Indosiar Gufron menyatakan, sebenarnya secara keseluruhan tayangan tersebut memiliki cerita yang bagus.

Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa jika memang adegan kekerasan dipandang tidak layak tayang atau ditonton oleh anak- anak, Indosiar akan lebih selektif dalam mengedit. "Ke depan, kami akan lebih hati-hati." (LOK)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/20/00520646/empat.judul.tayangan.dinilai.bermasalah

05 Agustus 2008

"Indonesian Idol" 2008: Siapkan Album, Aris Berhenti Ngamen

Abimanyu - Aris Idol

Kemenangan Aris sebagai The Next Indonesian Idol akan membuat perubahan besar dalam hidupnya. Pemilik nama lengkap Januarisman Runtuwene, mulai Sabtu (2/8) telah berubah dari seorang pengamen jalanan menjadi penyanyi idola pilihan masyarakat Indonesia. Aris dan gitar usangnya, tidak akan terlihat lagi di dalam Kereta Api Listrik (KRL) atau di bus kota. Dalam waktu dekat, dia siap menelurkan album.

Gelar sang juara berhasil diraih Aris dalam ajang spektakuler Result and Reunion Show, di PRJ Hall D, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (2/8) malam. Wajah tegangnya, spontan berubah bahagia saat mendengar Daniel Mananta, sang presenter meneriakkan nama Aris sebagai The Next Indonesian Idol 2008. Kemenangan Aris sekaligus menggeser posisi Gisella Anastasia yang akhirnya tampil sebagai runner up.

Terkait dengan kemenangan Aris, Fanny, istri Aris, menuturkan kehidupan keluarga besar mereka otomatis berubah. Fanny akan menyesuaikan gaya hidupnya dengan sang suami. Dia berharap kemenangan Aris akan membuka jalan bagi hidup mereka, agar menjadi lebih baik.

"Saya percaya mulai sekarang hidup kami akan berubah, baik dari ekonomi dan sosial. Aris yang dulunya bekerja sebagai pengamen, kini telah menjadi pemenang Indonesian Idol. Aris tidak akan lagi mengamen di bus kota dan di kereta. Dia sudah menjadi sang idola," lontar Fanny saat ditemui SP, usai acara grand final Indonesian Idol.

Kemenangan Aris juga disambut meriah oleh seluruh pendukungnya. Pria kelahiran Jakarta, 25 Januari 1986 ini bahkan sempat tercengang saat mendengar namanya dipanggil. Dia langsung sujud syukur di atas panggung. Rencananya, Aris akan segera menggarap album perdana dengan Sonny BMG. Kehadiran album pertama Aris, nantinya diharapkan bisa mengharumkan nama para pengamen jalanan.

Usai mensyukuri kemenangannya, Aris pun segera menyanyikan tembang Winning Song berjudul Harap Kan Sempurna. Dia bernyanyi sambil terus memeluk karangan bunga yang diberikan oleh para juri.

Gelar kemenangan, memang layak untuk Aris. Malam itu, dia menyanyikan lagu Numb dengan Rini Wulandari (Idol 2007). Lagu yang pernah dibawakan oleh kelompok musik Linkin Park tersebut berhasil dibawakan dengan warna yang berbeda oleh suara ngerock Aris.

Penyanyi Berkarakter

Para juri, Indra Lesmana, Titi DJ, dan Anang Hermansyah berpendapat, Aris layak menjadi juara. Sejak tampil di ajang pencarian bakat, Aris sudah menunjukkan kebolehannya bernyanyi. Anang pun menjuluki Aris sebagai penyanyi berkarakter.

"Aris menunjukkan banyak perubahan sejak pertama kali muncul di panggung Indonesian Idol. Dia mau belajar untuk terus maju. Kemenangan Aris juga membuktikan, bahwa pengamen pun bisa berkarya di dunia musik," papar Anang.

Tidak beda jauh dengan Aris, Gisel juga merasakan kebahagiaan yang sama. Meskipun ia tidak berhasil menyandang gelar juara, Gisel tetap bangga bisa menjadi runner up idol.

Penampilan Gisel bersama Mike Mohede (Idol 2005) bahkan berhasil memikat Titi DJ. Pelantun tembang Bahasa Kalbu ini pun sempat memprediksi, Gisel yang layak menjadi pemenang Idol 2008. [EAS/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/04/index.html

03 Agustus 2008

Indonesian Idol 2008: Aris Menang, Indonesia Senang

Finalis kontes Indonesian Idol, Aris dan Gisel berpose saat berkunjung ke Gedung Kompas Gramedia Jakarta, Rabu (23/7). Aris dan Gisel akan memperebutkan gelar Indonesian Idol di acara Grand Final Indonesian Idol Sabtu mendatang.
Minggu, 3 Agustus 2008

Aris akhirnya keluar sebagai pemenang dan menyisihkan Gisel pada grand final Indonesian Idol 2008 yang diselenggarakan di PRJ Hall D, Kemayoran, Jakarta pada Sabtu malam (2/8).

Kemenangan Aris yang bernama lengkap Januarisman Runtuwene ini pun langsung disambut gegap gempita para penonton yang memadati ruangan Hall D PRJ. Kelahiran Jakarta, 25 Januari 1986 ini pun langsung bersujud syukur, sementara Gisel, pesiangnya dalam final, mengelus kepala ayah satu anak ini.

Tak lama kemudian, Aris pun didaulat untuk menyanyikan Winning Song yang berjudul Harap Kan Sempurna sambil memeluk seikat bunga simbol kemenangannya. Sambil terus menyanyi, Aris mendekati para juri yang terdiri Titi DJ, Indra Lesmana dan Anang, serta para kerabatnya yang memberinya selamat.

Aris adalah pemenang Indonesian Idol kelima. Sebelumnya Joy Tobing memenangi Indonesian Idol sesi I (2004), Mike Mohede (2005), Ihsan Tarore (2006), Rini Wulandari (2007).

Sejak awal pemunculannya di ajang pencarian bakat yang diadopsi dari Pop Idol (Inggris) dengan sponsor dari FremantleMedia yang bekerjasama dengan RCTI, figur Aris memang langsung menyihir penikmat acara pencari bakat menyanyi ini. Penampilannya yang sederhana dan ekspresif terutama saat menyanyi dengan gitarnya, adalah nilai lebih Aris dibanding peserta lain. Ditambah latar belakang Aris yang seorang pengamen di kereta listrik Jabotabek dan Terminal Kampung Melayu, membuat simpati penonton tertumpah kepadanya.

Bahkan menurut Menurut Titi DJ yang sempat menangis di Audition Room ketika Aris menyanyikan lagu ST12, sejak awal ia sudah bisa membayangkan Aris ada di babak Grand Final, maka ia tidak heran dengan hadirnya Aris di panggung malam ini. Indra menilai Aris tidak terlalu bereksplorasi dalam bernyanyi, tapi ia cukup memberikan nyawa pada lagu.

Tumbuh dari Jalanan

Sebelum dikenal sebagai salah satu peserta Indonesian Idol, Aris berprofesi sebagai seorang pengamen di kereta listrik Jabotabek dan Terminal Kampung Melayu. Sehari-hari Aris berangkat menuju tempatnya mulai mengamen sekitar pukul 1 siang dan baru pulang pukul 9 malam.

Diam-diam keberangkatan Aris ke ajang Indonesian Idol tak direstui sang istri yang merasa takut jika nantinya terkenal, Aris akan selingkuh dan meninggalkan dirinya. Sebenarnya Aris hanya ingin memberikan yang terbaik bagi ketiga juri. Karena menurut Aris, mereka lah yang memberikan kesempatan seutuhnya bagi dirinya untuk bisa sampai ke tahap ini. Ia ingin menang agar bisa membuktikan dan membahagiakan anak-istrinya.

Pengalaman paling tak terlupa dalam hidupnya, selain tercebur ke kali, adalah ketika ayahnya berhenti bekerja dan kehidupan ekonomi keluarganya morat-marit. Terpaksa Aris berhenti sekolah dan terlempar ke jalanan. Untuk sekarang, idolanya adalah seorang Hady Mirza yang diaku memiliki penampilan yang luar biasa dan sangat tampan.

Uniknya, Aris yang memiliki penyakit asma ini malah merasa sehat karena merokok. Kalau sedang sibuk ngamen, ia jarang makan dan istirahat maka satu-satunya hal yang dilakukan adalah merokok terus.

Biodata Aris

Nama lengkap  : Januarisman Runtuwene
Nama panggilan  : Aris
Umur   : 22 tahun
Warna rambut  : cokelat
Warna mata  : cokelat
Tinggi badan  : 168 cm
Ukuran sepatu  : 41 - 42
Tanggal lahir  : 1987
Zodiac   : Aquarius
Saudara kandung : Firmansyah Alpino Amta

Favorit Aris
Warna  : hitam, putih, ungu
Binatang : anjing
Acara TV : Indonesian Idol
Band  : Ungu, Gigi
Lagu  : Tercipta Untukku, Nirwana
Selebriti : Vino Bastian, Enda gitaris Ungu
Makanan : seafood, pecel lele
Minuman : soda susu, capucino

http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/08/03/00143875/aris.menang.indonesia.senang

27 Juli 2008

Perjuangan Aris dan Gisel Mencapai Final Indonesian Idol 2008

[ Jawa Pos Minggu, 27 Juli 2008 ]
Bingung Bisa Terima Banyak SMS
Perjuangan Aris dan Gisel Mencapai Final Indonesian Idol 2008

Ada beberapa kisah di balik perjuangan Gisella Anastasia, 18, dan Januarisman Runtuwene, 21, menuju final Indonesian Idol 2008. Keduanya sama-sama mengalami masa pahit menghadapi hidup dan lingkungan.

-----

Gisel -sapaan akrab Gisella- tidak pernah menyangka bisa lolos ke babak final. Setahu dia, seorang kontestan bisa terus bertahan karena banyaknya dukungan berupa short message service (SMS). Banyaknya SMS itu pun tidak bisa diharapkan sepenuhnya dari masyarakat luas.

Setahu Gisel, sumber SMS itu dari keluarga para kontestan. Ada yang memborong pulsa, dibagikan kepada kerabat, lalu kompak ber-SMS bersama mendukung jagoannya.

Tapi, kata Gisel, keluarganya tidak bisa seperti itu. Gadis kelahiran Surabaya, 16 November 1990, itu mengaku berasal dari keluarga sederhana. ''Aku nggak ngerti selama ini aku dapat SMS dari mana saja,'' ucapnya saat berkunjung ke Graha Pena Jawa Pos, Jakarta, Rabu (23/7).

Banyak orang mengira Gisel adalah anak orang kaya. Ketika banyak orang mengira ayahnya belanja pulsa untuk ''ngebom'' SMS, perempuan berkulit putih itu kesal. ''Orang mikirnya aku orang kaya yang monopoli SMS. Padahal, nggak sama sekali. Aku gemes aja. Penampilan aku dari sananya memang begini. Orang-orang berpikir aku keturunan Tionghoa. Tapi, kan nggak semua (orang Tionghoa itu kaya),'' jelasnya.

Gisel mengatakan, ayahnya, Alal Suryanto, bekerja wiraswasta menjadi tukang service AC. Menurut dia, pekerjaan itu pun tidak setiap hari ada, bergantung ada klien atau tidak. Sementara ibunya, Rita Ningsih Marbun, ibu rumah tangga biasa. ''Dulu sih sempat buka laundry kiloan,'' ujarnya.

Gisel sebenarnya maklum jika kebanyakan orang menganggap dirinya anak orang kaya. Dia telanjur sekolah di salah satu sekolah berbiaya tinggi di Surabaya. Bahkan, sejak TK. "Sebab dari dulu dianjurkan saudara-saudara. Tapi, dapat keringanan terus. Setiap tahun datang ke sekolah bawa surat keterangan nggak mampu dari RW, surat keterangan dari gereja, terus ditinjau dulu ke rumah apakah benar nggak mampu,'' kata Gisel, yang tinggal bersama keluarganya mengontrak di rumah kecil kawasan Wisma Tengger, Surabaya.

Jika berangkat sekolah, siswi kelas 2 SMA Kristen Petra 1 Surabaya itu diantar ibunya menaiki sepeda motor jenis bebek. Turun di depan gerbang paling luar sekolah, lalu buru-buru berjalan masuk. Menurut Gisel, selama ini teman-temannya tidak ada yang tahu dengan kondisi asli keluarganya. ''Bukannya menutupi, cuma nggak pengin buka-buka saja. Agak gengsi aja kalau di sekolah,'' akunya.

Lalu, mengapa tidak mau diantar sekolah papa? ''Kalau papa yang nganter, nggak mau karena malu. Kecuali kalau les (vokal), papa yang antar naik Vespa,'' jawab anak tunggal itu.

Gisel mengakui, dirinya memang jaga gengsi. Menurut dia, biar miskin asal keren. Jadilah, dia seperti sekarang. Dandanan modis, punya ponsel bagus, dan pergaulan dengan anak orang kaya. ''Potongan rambut aku ini Rp 15 ribu lho, nggak keliatan kan?'' sahutnya, sambil menunjuk ke arah rambutnya yang dicat cokelat.

Sedangkan Januarisman alias Aris mengaku dari jalanan. Semua orang kini sudah tahu, dia menjadi pengamen di kereta jurusan Kota-Bekasi karena impitan ekonomi. Awalnya Aris berbohong kepada kedua orang tuanya, Sllop Runtuwene dan Siti Rohaya tentang pekerjaannya itu. Sebab, orang tuanya tidak setuju. Tapi, Aris sering pulang sambil membawa uang Rp 15 ribu untuk orang tuanya. ''Sebelumnya sih saya bilang saja uang hasil mungutin bola (anak gawang). Tapi, lama-lama mereka nggak percaya,'' kisah pria kelahiran Jakarta, 25 Januari 1987, itu.

Aris adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Ayahnya, Sllop, bekerja di sebuah gereja. Sedangkan Siti bekerja sebagai penjahit dan guru mengaji anak-anak di lingkungan sekitar rumahnya, Cakung, Jakarta Timur.

Pria yang putus sekolah kelas 2 SMP itu mengatakan, teman-temannya di jalan sampai saat ini tetap kompak. Bahkan, kata dia, ada yang sengaja membeli pulsa semampu mungkin untuk SMS ke Indonesian Idol mendukung temannya sesama musisi jalanan. ''Untuk mereka, gue mau bangun studio. Dan mau bikin rumah singgah untuk ngumpul-ngumpul lagi sama gue,'' ujarnya. (sugeng sulaksono/nda)

23 Juli 2008

Aris dan Gisel Siap Berhadapan di Grand Final Indonesian Idol

Abimanyu - Aris

Abimanyu -  Gisel

Babak penentuan grand final untuk memilih pemenang Indonesian Idol tinggal dua hari lagi. Dua finalis Indonesian Idol 2008, Gisella Anastasia (Gisel) dan Januarisman Runtuwene (Aris) akan berhadapan pada malam spektakuler, di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (26/7). Rencananya, Aris dan Gisel akan membawakan enam buah lagu termasuk lagu Kemenangan Idol.

Sebelumnya, langkah Aris dan Gisel menuju grand final Indonesian Idol penuh dengan perjuangan. Keduanya harus mengalahkan 114.000 peserta dari seluruh Indonesia. Bahkan, Aris dan Gisel rela mengorbankan kepentingan pribadi demi mendapatkan gelar jawara di ajang spektakuler tersebut.

Gisel yang berstatus sebagai pelajar SMA Kristen Petra 1 Surabaya, harus rela ketinggalan pelajaran selama tiga bulan sejak masa karantina dimulai. Sementara Aris, harus berpisah dari anak dan istrinya.

"Semua pengorbanan pasti ada hasilnya. Saya percaya usaha dan kemauan keras untuk belajar bisa membawa saya pada kemenangan," kata Aris saat ditemui SP, di Hotel Mulia, baru-baru ini.

Sebelum masuk sebagai finalis Indonesian Idol, Aris dan Gisel bukanlah siapa-siapa. Pekerjaan yang dilakukan Aris setiap hari adalah mengamen di Kereta Rel Listrik (KRL) dan Terminal Kampung Melayu. Aris berbekal ijazah SMP harus menghidupi Fanny istrinya dan putrinya, Mokalist Rasya.

Untungnya, keberuntungan segera datang dalam kehidupan Aris. Ia terpilih menjadi finalis Indonesian Idol dan kini masuk dalam jajaran dua besar. Aris berharap, menjadi pemenang di Indonesian Idol bisa mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

"Setelah semuanya selesai saya akan mengirim orangtua naik haji. Itu keinginan saya sejak dulu," kata Aris.

Berbeda dengan Aris, Gisel justru berniat untuk menyelesaikan studinya setelah ajang Indonesian Idol selesai. Rencananya, Gisel akan pindah sekolah ke Jakarta agar lebih mudah mengatur jadwal dengan kegiatan Indonesian Idol.

"Pendidikan bagi saya masih sangat penting. Bila nanti saya terpilih menjadi pemenang, pendidikan harus tetap didahulukan," kata Gisel.

Terkait dengan ajang grand final Indonesian Idol, Gisel dan Aris mengaku siap serta pasrah dengan hasil poling masyarakat. Mereka berjanji akan tampil maksimal di malam terakhir nanti. "Tidak penting lagi siapa yang menang atau kalah. Saat ini, saya sudah merasa menjadi pemenang karena bisa sampai ke grand final Indonesian Idol," lontar Gisel.

Sementara itu, hadiah yang pasti diterima oleh pemenang Indonesian Idol yakni rekaman album solo bersama Sony BMG Indonesia. Selain rekaman eksklusif, pemenang akan diberikan sebuah mobil Suzuki Swift dan mendapat kesempatan ikut dalam kompetisi Asian Idol. [EAS/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/23/index.html

16 Juli 2008

Grand Final "Idola Cilik" - Angel dan Kiki: Kami Tak Bersaing Lagi

Kontestan Idola Cilik 2008, Angel (kiri) dan Kiki (kanan) berpose saat acara jumpa pers di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/7). Puncak Idola Cilik 2008 ini akan berlangsung pada 19 Juli 2008 mendatang.

Grand Final Idola Cilik yang digelar RCTI pada Sabtu, (12/7) malam di Mall Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat terasa begitu menegangkan. Rizky Patrick Egeten alias Kiki dan Angelica Martha Pieterz (Angel) tampil habis-habisan untuk menentukan siapa yang berhak menyandang gelar idola cilik. Perolehan polling pemirsa mereka hanya selisih tipis.

"Kami sudah tidak saling bersaing lagi. Siapa pun yang jadi juara pertama atau kedua bagi kami berdua sudah tidak masalah lagi," ungkap Angel dan Kiki kepada wartawan usai tampil malam itu.

Kiki dan Angel bahkan mengaku malam itu merasa tenang, dan tidak terlalu tegang. Kiki tampil membawakan lagu Kasih Tak Sampai, Menikmati Hari, serta tampil berduet dengan Delon membawakan lagu You Raise Me Up.

Sementara itu, Angel tampil membawakan Sang Dewi, Dubidu, serta tampil berduet dengan Gita Gutawa membawakan lagu Sempurna. Penampilan mereka mengundang decak kagum penonton. Bahkan sejumlah penonton berurai air mata ketika Kiki dan Angel tampil bersama membawakan lagu The Prayer. Kemampuan suara Kiki dalam mencapai nada-nada tinggi berpadu dengan olah vokal Angel yang bertenaga.

"Kami bangga dengan kedua finalis ini. Penampilan mereka sungguh luar biasa, mereka sangat seimbang. Menurut RCTI, kedua-duanya adalah juara," kata Direktur Programming RCTI Harsiwi Ahmad pada kesempatan yang sama.

Pendapat senada juga diungkapkan oleh Ira Maya Sopha, Winda, Duta SO7, dan Dave Hendrik.

"Mereka melampaui apa yang kami harapkan. Padahal kondisi mereka tidak terlalu fit, tetapi mereka telah melampaui batas. Luas biasa," puji keempat juri tersebut. Angel memang sempat terjatuh ketika menyanyikan lagu Dubidu Bae, namun dengan tenang dia berhasil bangkit dan menyelesaikan penampilannya dengan baik. Kedua finalis itu telah melalui perjalanan panjang yang melelahkan selama tujuh bulan dan menyisihkan 9.825 peserta.

Ira dan Duta yang mengikuti sejak awal proses audisi Idola Cilik, memiliki cerita khusus tentang kedua finalis ini. Kiki misalnya, meski fisiknya terbilang kecil untuk anak berusia 11 tahun tetapi dia memiliki kemampuan vokal dengan tingkat oktaf yang tinggi.

"Suara Kiki itu lembut, halus, tetapi dapat mencapai nada-nada yang tinggi. Dia juga punya interpretasi pada lagu yang baik," ungkap Ira.

Hanya saja menurut Ira, waktu di babak awal terlihat Kiki punya kelemahan pada power dan tak hafal lirik. Namun semakin hari ternyata Kiki menunjukkan peningkatan pada kedua hal itu.

Sementara itu, Angel sempat membuat juri sangsi kalau gadis bertubuh tinggi ini baru berusia 10 tahun. Namun, Angel berhasil menepis keraguan itu bahkan membuktikan kalau dirinya mampu bernyanyi dengan teknik vokal yang baik. Maklum dia adalah murid sekolah musik Elfa Secioria yang sudah berulang kali mengikuti perlombaan paduan suara hingga ke tingkat internasional.

"Sifat kekanak-kanakan Angel dapat diimbangi dengan improvisasi an teknik vokal yang baik. Hasilnya adalah range vokal yang luas dan power full," ujar Ira.

Kiki yang otodidak dan Angel yang bertenaga menjadi perpaduan yang menarik sekaligus membuat persaingan menjadi ketat. Pada akhir gelar Grand Final, perolehan sementara polling pemirsa baik lewat sms ataupun telepon langsung, Angel meraih 50,96 persen, sedangkan Kiki 49,04 persen.

"Jumlah sms itu baru perolehan sementara, nanti pengumuman baru minggu depan. Itu baru deg-degan," ujar Kiki.

Polling akan terus dibuka selama sepekan hingga pengumuman pemenang yang akan disampaikan pada Rapor Final Idola Cilik, yang akan digelar Sabtu 19 Juli mendatang.

Menurut Harsiwi, juara pertama akan mendapatkan hadiah berupa tabungan pendidikan sebesar Rp 50 juta. Sedang juara kedua memperoleh hadiah serupa senilai Rp 30 juta.

Kiki dan Angel juga mendapat kesempatan untuk membuat album rekaman bersama 16 Idola Cilik yang masuk final. Album rekaman yang bekerja sama dengan PT Musica Studios itu akan diluncurkan tepat pada acara puncak pekan depan. [W-10]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/15/index.html

13 Juli 2008

Angel versus Kiki dalam Idola Cilik - Sekolah Mendukung, Beri Dispensasi


Anak-anak Indonesia kedatangan idola baru, yakni Angelica Martha Pieters alias Angel dan Rizky P. Egetan alias Kiki. Keduanya dinilai sebagai yang terbaik dari total 9.825 pendaftar acara Idola Cilik.
-------
Pentas Idola Cilik memang belum menentukan juaranya. Meski begitu, Angel dan Kiki pantas mendapatkan acungan jempol dan sudah layak disebut juara. Mereka telah melewati perjuangan panjang sejak akhir Januari lalu. Pemenang akan ditetapkan pada 19 Juli mendatang.

Idola Cilik berhasil menjaring 9.825 peserta di Surabaya, Bandung, dan Jakarta. Hasilnya, Malang, Blitar, Batam, Cimahi, Padang, Manado, dan Garut, masing-masing diwakili satu peserta. Jakarta dan Banten masing-masing empat peserta. Lalu, Surabaya dan Bandung masing-masing delapan peserta.

Ketika ditemui Jawa Pos di Mega Glodok Kemayoran pada Jumat (11/7) atau sehari menjelang final, Angel dan Kiki sedang serius berlatih. Keduanya bergantian naik panggung dan menyanyikan lagu-lagu yang akan dibawakan dalam acara yang sangat menentukan itu. "Capek banget!" teriak Angel sambil tiduran di deretan kursi di belakang panggung.

Angel mengatakan bahwa dirinya penuh perjuangan untuk bisa sampai babak final tersebut. Terlebih, dia sempat tersisih ketika jumlah kontestan dikurangi dari 24 menjadi 12 finalis. Namun, setelah itu, juri dan tim Idola Cilik sepakat memasukkan namanya sebagai satu di antara empat kontestan penerima wild card. Maka, dia kembali ke pentas sehingga jumlah finalis menjadi 16.

Angel sempat kecewa dan menangisi diri sendiri ketika tersisih. "Iya, sempat sedih dan putus asa. Sebenarnya sih nggak apa-apa, jadi diri sendiri saja. Buat aku, itu jalan terbaik yang Tuhan berikan," ucap gadis cilik kelahiran Jakarta, 15 Agustus 1997, tersebut berusaha membesarkan hati.

Apalagi, Angel merasa meluangkan banyak waktu, pikiran, dan tenaga sejak dibukanya pendaftaran ajang itu. "Yang aku korbankan adalah waktu, sekolah, jarang pergi ke gereja, dan lain-lain. Aku bekorban banget demi itu semua," papar putri Rika Satrina Pieters dan Patria Hano Pieters tersebut.

Hanya, lanjut dia, mengikuti Idola Cilik bukan berarti terpaksa. Sebaliknya, dia merasa sangat senang dan bahagia bisa berada di antara para kontestan lain. "Aku have fun menjalani itu semua. Jadi, nggak apa-apa. Menurut aku, (pengorbanan) tersebut merupakan yang terbaik," ujarnya.

Lagi pula, prestasi Angel di sekolah tidak terlalu terganggu. Siswi yang baru saja naik kelas 6 di SD Santa Theresia, Jakarta, itu mengaku tidak sering membolos. Sebab, setelah masuk 16 besar, kegiatan di Idola Cilik hanya berlangsung Sabtu dan Minggu. Kecuali pada babak penyisihan dulu, kegiatan berlangsung setiap hari sehingga dia izin tidak masuk sekolah.

Sebenarnya, hampir setiap minggu Angel menangis. Tangisan itu merupakan bentuk simpati terhadap teman-temannya yang tersingkir. "Sedih kehilangan teman. Tapi, aku nggak menangis yang sampai gimana gitu, menangis biasa saja," kata dia.

Sedikit berbeda dengan Kiki. Sejak babak penjurian, siswa kelas 2 SMP Negeri 7 Manado itu meminta izin kepada sekolah setiap Jumat dan Senin. Sebab, mulai Jumat, dia berangkat ke Jakarta dan baru pulang lagi ke Manado pada Senin. "Kebetulan, sekolah mendukung dan memberi dispensasi," tutur Vaita Rengku, ibu kandung Kiki.

Menjelang ujian kenaikan kelas beberapa waktu lalu, guru-gurunya bahkan memberikan les khusus. Hasilnya, Kiki bisa mengimbangi siswa lain dan naik kelas. Bahkan, dia menduduki ranking kelima.

Atas prestasi bisa masuk final, Kiki hanya dapat berkata senang dan bangga. Sebab, menurut dia, kontestan lain di belakangnya saja tidak bisa sampai final. "Senang banget bisa jadi idola," ucap peserta kelahiran Manado, 9 November 1995, tersebut.

Saat diwawancara, Kiki tampaknya sedang puasa bicara. Menurut dia, itu adalah salah satu cara untuk mengembalikan kualitas suara setelah berlatih vokal dan koreografi seharian. "Belum bisa banyak-banyak ngomong," imbuhnya lantas berlatih lagi. (Sugeng Sulaksono/nda), Jawa Pos Minggu, 13 Juli 2008

10 Juli 2008

Indonesian Idol 2008, Empat Finalis Siapkan Lagu Lama dan Baru

Indonesian Idol sudah memasuki empat besar dengan kontestan yang masih bertahan adalah Gisel, Aris, Aji dan Patudu. Tema minggu ini adalah Old and New. Untuk itu, di babak spektakuler ke-9 nanti para finalis akan membawakan dua buah lagu, yakni yang pernah populer dan yang sedang populer. Lewat tembang-tembang pilihan ini keempat finalis itu akan adu vokal dan adu penampilan agar dapat lolos ke babak semifinal.

"Kami akan tampil dengan seluruh kemampuan kami yang terbaik untuk spektakuler nanti," demikian diungkapkan Gisel, Aris, Aji dan Patudi saat berkunjung ke kantor SP, Rabu (9/7) siang, di Jakarta.

Gisel akan tampil dengan lagu Ayah dan Wanita Yang Kau Pilih (Rossa). Aris menyiapkan lagu Tak Bisa Ke Lain Hati (Kla Project) dan Sepanjang Usia (Kerispatih). Sedang Patudu membawakan lagu Sebatas Mimpi (Hedi Yunus) dan Indah Pada Waktunya. Sementara Aji menyiapkan lagu Untukku (Chrisye) dan Tanpa Batas Waktu (Afgan).

"Dengan hasil seperti ini, saya melihat bahwa orang-orang cenderung lebih memilih finalis cowok. Dan itu membuat saya jadi ingin membuktikan bahwa cewek juga bisa," kata finalis asal Surabaya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA itu.

Motivasi yang sama juga ditunjukkan Patudu. Dia memanjatkan syukur kepada Tuhan karena dalam dua kali spektakuler, mendapat respons yang positif dari juri.

"Tetapi, saya tidak akan berhenti sampai di sana saja, sebab yang lain juga menunjukkan progress yang makin baik. Saya akan berusaha terus hingga impian saya menjadi penyanyi profesional dan sukses tercapai. Dan itu akan terus saya kejar dan tidak akan berhenti," ungkap pemuda berdarah Batak yang kuliah dan tinggal di Semarang itu.

Sementara itu, Aris dan Aji memilih strategi untuk mengubah penampilan. "Penampilan yang terus menerus berubah adalah strategi agar saya tidak terlihat monoton. Tetapi yang utama juga saya bukan hanya ingin dinilai dari penampilan tetapi juga dari suara," ucap finalis asal Yogyakarta itu.

Sementara Aris mengaku belajar untuk lebih mengendalikan emosi. "Saya senang orang memuji penampilan saya selama Idol. Tapi saya kadang merasa nggak enak karena terlalu dipuji. Takut terbuai dan terlena sehingga tidak semangat lagi. Karena itu, saya akan berubah, agar dapat tampil lebih optimal lagi seperti diawal saya memulai," ucap finalis dari Jakarta yang bernama lengkap Januarisman Runtuwene itu.

Dalam pertemuan ini, terungkap bahwa keempat peserta ini diawal ajang Indonesian Idol sempat merasa tidak percaya diri.

"Saya awalnya pe- simistis dengan bentukan saya seperti ini apa saya bisa. Jadi awalnya saya hanya iseng. Ternyata saya bisa sampai di sini, dan saya membuktikan keisengan saya tidak asal," aku finalis asal Yogyakarta yang bernama lengkap Kunto Aji Wibisono itu.

Demikian juga dengan Gisel. "Awalnya saya ragu-ragu ikut Indonesian Idol, terutama karena saya masih sekolah. Tetapi karena desakan orang-orang di sekitar saya, saya akhirnya memberanikan diri ikut, tanpa berpikir akan sampai final seperti ini. Karena itu saya bersyukur sekali bisa sampai di sini," kata finalis asal Surabaya yang bernama lengkap Gisella Anastasia itu.

Demikian juga dengan Patudu. Apa yang diperolehnya sekarang patut disyukuri karena sebelumnya mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang ini sudah empat kali gagal mengikuti audisi Indonesian Idol. Tetapi, dia tidak putus asa.

"Saya memang bercita-cita dan bermimpi jadi penyanyi profesional dan sukses. Jadi meski gagal saya tetap berjuang terus. Ternyata sekarang saya bisa masuk empat besar, ini benar-benar tak terbayangkan sebelumnya," ucap pemilik nama Patudu Syammayim Hasitongan Manik itu.

Lain halnya dengan Aris. Pemuda berdarah Manado, Sunda ini awalnya berprofesi sebagai pengamen di kereta listrik Jabodetabek dan Terminal Kampung Melayu. Keikutsertaan Aris ke ajang Indonesian Idol adalah wujud pembuktian dirinya kepada banyak orang. Bahkan sang istri sempat tidak merestui karena khawatir jika terkenal, Aris akan selingkuh.

"Waktu awal ikut tidak terpikirkan hal lain selain ingin tampil memberikan yang terbaik bagi ketiga juri. Saya bahkan tidak terpikir bakal lolos, atau masuk 24 besar. Setelah itu, saya jadi semakin bersemangat," ungkap ayah satu orang putri ini.

Keempat finalis ini terus menggalang dukungan penampilan yang akan disajikan di panggung spektakuler pada Jumat (11/7) mendatang di Balai Sarbini, Jakarta. [W-10]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/10/index.html

05 Juli 2008

TV Merebut Simpati Anak-anak

Susi Ivvaty - Saat libur sekolah tiba, stasiun televisi seperti biasa meluncurkan program baru, bersaing dengan program-program anak di televisi berlangganan. Bahkan, tahun ini stasiun televisi melengkapi dengan program off air seperti "Summer Holidays with SCTV and Dinosaurs" persembahan SCTV atau "Doraemon Dreamland" yang disponsori RCTI.

"Doraemon Dreamland" di Balai Kartini, Jakarta Selatan, yang berakhir tanggal 29 Juni 2008, terus dipadati pengunjung. Dengan membayar tiket Rp 125.000, anak-anak bisa bermain di arena balon dan menonton operet Doraemon dengan pemain boneka-boneka yang ada di kartun Doraemon, yakni Nobita, Suneo, Sizuka, Giant, dan Doraemon sendiri.

Acara ini makin mengukuhkan pamor program film animasi Doraemon yang disiarkan RCTI setiap Minggu pukul 08.00. Doraemon di RCTI selama 18 tahun hampir tidak pernah mendapat rating rendah.

"Summer Holidays with SCTV and Dinosaurs" di Plaza Tenggara Senayan, Jakarta, berlangsung dari tanggal 21 Juni hingga 20 Juli 2008. Makhluk yang hidup di zaman Mesozoikum yang pernah menjadi bintang dalam film Jurrassic Park ini diusung langsung dari Universal Studios di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Dengan tiket Rp 120.000-Rp 150.000, anak-anak bisa melihat keunikan beragam robot dinosaurus. Salah satunya adalah Tyranosaurus Rex atau yang lebih akrab dikenal dengan T-Rex. Anak-anak juga berkesempatan menjajal sebagai presenter di studio mini Liputan 6 SCTV.

Maskot baru

Untuk program on air, "persaingan" tak kalah seru. Stasiun antv pada liburan tahun ini menciptakan tiga karakter boneka sebagai maskot, yakni Mouchu (anak tikus), Cik Cik (anak ayam), dan Ciul (anak ulat). Tiga karakter ini akan menjadi ikon dalam program liburan antv bertitel "Star Kids? Ya Iyalaah!"

"Tiga karakter ini asli ciptaan antv," kata Mila Lubis, Manajer Publisitas antv. Mouchu, Cik Cik, dan Ciul bersama presenter Asti Ananta akan mengantarkan semua acara yang ada di "Star Kids? Ya Iyalaah!" yang ditayangkan setiap hari pukul 06.30-09.30 dan Senin-Jumat pukul 12.00-14.00. Hampir semua acara pengisi liburan sudah ditayangkan. Beberapa program berakhir pada Minggu, 6 Juli ini, yakni serial "Astro Boy", "Curious George", dan "The Land Before Time".

Meski demikian, Cik Cik, Ciul, dan Mouchu akan tetap menjadi maskot di setiap acara anak-anak di antv. Karakter-karakter ini pura-puranya mempunyai riwayat hidup. Mouchu, misalnya, numpang lahir di London tanggal 17 Juni 1998 dan setelah itu pergi ke Jakarta. Makanan kesukaan es krim, spaghetti, dan sama sekali tidak menyukai sayur. Ia mengidolakan Harry Potter dan Cristiano Ronaldo.

Cik Cik bernama lengkap Slamet Rohmadi Cahyo Septian Egon Cikovski Anggira Romadhona Syahputra III. Panjangnya.... Boneka anak ayam ini lahir di Jakarta, 26 Juni 2000, dan suka membaca komik serta mengidolakan Justin Timberlake, Beyonce Knowles, serta Agnes Monica.

Bagaimana dengan Ciul? Kelahiran Jakarta, 25 November 1997, ini menyuka cap cay dan paling suka main monopoli, catur, serta scrabble. Ia mengidolakan Deddy Mizwar, Beethoven, Al Gore, dan SBY. "Cerita tentang tiga boneka itu kami rancang bersama tim," terang Mila.

Futuristik

Televisi Pendidikan Indonesia menyuguhkan beberapa sinetron bertema fiksi ilmiah yang futuristik. "Si Ufo", yang mulai ditayangkan 6 Juli 2008 dan akan diputar setiap Senin-Jumat pukul 16.00, berkisah tentang makhluk planet X yang tersesat. Saat itu, si Ufo sedang kebut-kebutan dengan piring terbangnya dan terperosok di pohon toge milik Emak Rodiah.

Ketika sedang mengisi baterai piring terbang, si Ufo memprogram dirinya menjadi anak kecil menyerupai Ahmad Fouzi, anak Emak Rodiah yang telah lama hilang.

Sinetron lain, "Klik-klik Bamba", yang diputar mulai 30 Juni 2008 tiap Senin-Jumat, menceritakan profesor Hasan yang menciptakan remote pengontrol sistem kehidupan manusia. Remote itu dititipkan kepada Juki. Prof Hasan berpesan agar Juki menjaga remote itu dan digunakan untuk kebaikan.

Selain fiksi ilmiah, TPI juga memutar sinetron bertema dongeng. Misalnya, anak miskin dan pintar serta suka menolong. Tema ini diwakili sinetron "Dul Badut".

Banyak pilihan program untuk mengisi liburan, yang tetap akan berlanjut meski masa liburan usai. Bagi keluarga yang tidak merencanakan pelesir ke luar kota, berbagai program televisi bisa menjadi alternatif. Kalau ternyata jelek-jelek? Ya sebaiknya pindah saluran, misalnya ke saluran televisi berlangganan. Bosan dengan acara yang itu-itu saja? Ada pilihan lain, yakni mematikan televisi.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/06/01583840/merebut.simpati.anak-anak

03 Juli 2008

Cinta-Alyssa Jadi Miskin - Dalam Sinetron Upik Abu dan Laura

Dua aktris muda berbakat, Alyssa Soebandono, 16, dan Cinta Laura, 14, berakting bersama dalam sinetron Upik Abu dan Laura. Bagi Cinta, itu merupakan sinetron pertamanya di SinemArt sejak pindah rumah produksi dari MD Entertainment. Bagi Alyssa, sangat mungkin itu menjadi sinetron terakhirnya.

Alyssa saat ini sudah diterima sebagai mahasiswi International Baccalaureate Diploma (IB Diploma). Semester awal (pertama dan kedua) akan dijalani Alyssa di Jakarta International College. Pada semester ketiga dan seterusnya, pendidikan berlanjut di Monash University, Melbourne, Australia. Itu artinya, selama tiga sampai empat tahun, gadis berambut panjang tersebut akan berada di sana. ''Kebetulan ada rumah bude (di Australia),'' ucapnya saat ditemui di lokasi syuting Upik Abu dan Laura di Cirendeu, Tangerang, kemarin (3/7).

Menurut dia, jadwal kuliah akan sangat padat. Kalaupun liburan ke Indonesia, dia tak bisa berlama-lama. Maka, dia tidak yakin akan cukup waktu untuk syuting saat liburan. ''Sangat mungkin ini akan jadi sinetron terakhir aku,'' ungkapnya.

Selain itu, saat di Australia Alyssa berusaha magang. ''Tabungan (hasil akting) tetap disimpan sama mama. Di sana aku pingin mandiri dan cari pengalaman. Terserah kerja apa, mau jaga toko, restoran, apa saja yang penting halal,'' ucapnya. Sebab, kata dia, magang minimal 150 jam menjadi salah satu syarat kelulusan kuliahnya.

Bagi Alyssa, pendidikan memang paling utama. Sebelumnya, pemilik lesung pipit itu cuti syuting selama enam bulan karena fokus ujian nasional. ''Ini baru syuting lagi. Senang rasanya. Tapi, buat aku kerja ya kerja, tapi jangan sampai mengganggu sekolah. Sudah konsekuensi,'' ujar gadis yang lulus SMA Global Jaya usia 16 tahun, lebih cepat dua tahun dibanding kebanyakan orang, itu.

Berbeda dengan Cinta. Bagi dia, peran sebagai Laura di sinetron itu adalah akting pertamanya dengan rumah produksi baru. ''Aku jadi orang kaya banget, suka shopping, traveling. Tapi, nanti ada adegan diusir papaku, terus tinggal di rumah Upik (diperankan Alyssa) yang miskin, lama-lama aku jadi mature,'' jelasnya.

Berakting sebagai orang miskin, meski tidak sepenuhnya, menjadi tantangan tersendiri bagi Cinta. Sebab, selama ini dia identik sebagai orang kaya. ''Ada adegan disuruh menyapu dan menimba air. Awalnya, dia nggak tahu, apa itu nimba? Terus kami tunjukkan sumur dan caranya,'' kata Desiana Larasati, sang sutradara sinetron yang tayang di RCTI itu.- jawa pos 4 juli 2008

01 Juli 2008

Tayangan Tidak Mendidik

Banyak tayangan TV yang tak mendidik diteruskan karena rating. Selain sinetron yang menjual mimpi dan kemewahan, menyesatkan pikiran, mengumbar kekerasan; akhir- akhir ini juga muncul kontes nyanyi yang tak baik ditonton anak-anak. Contohnya adalah Super Soulmate Show dan sejenisnya di Indosiar.

Program seperti ini ditayangkan hampir setiap hari dengan durasi enam jam, dari petang hingga tengah malam. Yang khas dalam tayangan ini dan sangat mengganggu ialah kehadiran komentator lelaki yang selalu berpenampilan dan bertingkah laku seperti perempuan. Komentator dengan penampilan seperti ini juga bisa disaksikan pada Idola Cilik di RCTI yang notabene target pemirsanya adalah anak-anak.

Layakkah peran yang dibawakan komentator itu diteladani anak-anak?

Saya beranggapan, teguran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beberapa waktu lalu kurang keras karena hanya menyangkut suatu adegan/dialog pada sebuah episode saja. Menurut saya, teguran harus ditujukan pada format acara tersebut secara keseluruhan sebab tak ada unsur pendidikannya, bahkan berpotensi membodohi penonton.

Dapatkah para pelaku di industri siaran ini berpikir sedikit lebih waras untuk menayangkan program mendidik dan bukan hanya mengejar rating atau untung semata? -Doddy Jalan Bintara Jaya I, Bekasi

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/02/00061925/redaksi.yth

30 Juni 2008

Tayangan Piala Eropa - Pemirsa Laki-laki Meningkat 128 Persen

Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat.

[JAKARTA] Tayangan sepakbola masih menjadi ton- tonan favorit pemirsa laki-laki. Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat. Dibanding Piala Eropa 2004, kenaikan penonton laki-laki saat tayangan siaran langsung Piala Eropa 2008 di stasiun RCTI, TPI dan Global TV meningkat hingga 128 persen.

Berdasarkan data AGB Nielsen dengan basis survei di Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Surabaya serta Yogyakarta hingga babak final 23 Juni lalu tayangan ini menyedot perhatian laki-laki dengan kategori usia 20 tahun ke atas, kelas menengah yang pengeluaran rutin bulanan rumah tangga di atas Rp 700.000. Sementara remaja laki-laki usia 15-19 tahun memilih menonton siaran ulangnya di pagi, siang ataupun malam hari.

Sementara itu, dibandingkan dengan Piala Eropa 2004, tahun ini menarik banyak pemirsa laki-laki yang ditayangkan pada waktu yang sama, yaitu sekitar pukul 06.00- 07.00 WIB dan 22.00-23.00 WIB. Di dalam kelompok ini, ada total penambahan pemirsa hingga 128 persen atau menjadi 1,2 juta penonton dibandingkan siaran langsung Piala Eropa 2004 yang hanya berjumlah 932.000 penonton.

Target pemirsa ini juga terlihat lebih banyak dibandingkan periode tayangan reguler yang terutama tampak pada saat Piala Eropa 2008 disiarkan secara langsung. Kenaikan penonton laki-laki usia 20-an ini bahkan meningkat tiga kali lipat dari periode tayangan reguler yang biasanya menghadirkan program musik atau film laga sebagai tayangan favorit yang mereka tonton.

Beberapa pertandingan yang paling banyak ditonton oleh laki-laki 20-an ini adalah pertandingan babak penyisihan grup yang terutama ditayangkan antara pukul 23.00 sampai 01.00 dini hari. Di antaranya adalah Italia vs Rumania dengan rating 3,8 dan share 18,8, Kroasia vs Jerman dengan rating 3,6 dan share 20,1 pada 13 Juni 2008 pukul 23.00-01.00 dan Prancis vs Italia pada dengan rating 3,6 dan share 51,3 pada 18 Juni 2008 pukul 01.30 - 04.00 WIB.

Menarik Penonton

Share adalah sebutan untuk presentasi dari besarnya pemirsa potensial (yang sering menonton) yang menonton program tertentu pada periode waktu yang sama.

Rating yang biasanya dikenal orang sebagai peringkat sebenarnya adalah presentase dari suatu populasi atau target populasi yang menonton program tertentu pada periode waktu tertentu.

"Lebih dari 50 persen penonton TV memasang mata untuk Prancis vs Italy yang ditayangkan pada dini hari. Selain karena mereka termasuk tim besar, kompetisi antarprogram sudah berkurang sehingga mampu menarik penonton yang cukup besar," ungkap Associate Director Marketing and Client Service AGBNielsen, Hellen Kathe- rina. [DGT/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/30/index.html

14 Juni 2008

Sinetron Religi Populer Lagi?

sinemart - Sinetron �Hamba-hamba Allah�

Sukses film bernapaskan agama seperti Ayat-Ayat Cinta, Kun Faya Kun dan yang terbaru Mengaku Rasul rupanya menggugah pengelola stasiun televisi untuk menghadirkan sinetron sejenis. Apakah sinetron religius akan populer lagi?

Kali ini RCTI memproduksi sinetron berjudul Munajah Cinta, berikut menyusul yang terbaru sinetron Hamba-Hamba Allah (HHA). Tontonan yang bernapaskan agama Islam yang diproduksi Sinemart itu mulai menjumpai pemirsa Senin (9/6) pukul 18.00 WIB dan tayang terus setiap hari kecuali hari Minggu. Program ini menggantikan sinetron Gara-Gara Cinta yang habis masa tayangnya.

Salah satu motif atau tujuan yang hendak dicapai penayangan sinetron-sinetron seperti itu adalah menyemarakkan dan melebarkan syiar Islam. Para ulama pun tampil lewat sinetron-sinetron sejenis. Jika sebelumnya ada Ustaz Yusuf Mansyur pada sinetron Maha Kasih, kali ini pada HHA tampil Opick, penyanyi lagu-lagu Islami yang tersohor lewat tembangnya Tombo Ati. Hamba-hamba Allah adalah sinetron perdana dari penyanyi yang kini dipanggil ustaz itu karena memerankan sosok Ustaz Jaelani.

"Ini pertama kali main sinetron. Saya pikir ini adalah peluang untuk berdakwah, setelah sebelumnya itu saya lakukan di bidang musik, dan teater," kata Opick saat ditemui pada lokasi syuting di Kramat Ganceng, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur baru-baru ini.

Demi mencapai tujuan dakwah itu Opick mengaku membuat perjanjian dengan pihak produser (Sinemart) untuk konsisten pada isi yang berbicara tentang bagaimana menghadapi persoalan hidup dari sisi agama Islam. HHA berkisah tentang perjuangan keluarga Imam (Teddy Syach) dalam menghadapi hidup.

"Di sinetron ini tak ada mobil yang mewah, rumah yang lux, atau yang serba wah. Tidak juga adegan cinta yang berlebihan. Di sini tampil gambaran kehidupan orang Indonesia yang sesungguhnya," tambah Opick.

Head of PR dan Promotion Department Sinemart Abdul Aziz menambahkan Hamba-hamba Allah merupakan cerita kehidupan keluarga yang sangat dekat dengan kondisi sebagian besar pemirsa Indonesia. Serial ini walaupun dengan pemeran tetap tapi setiap episode punya cerita sendiri.

"Yang menarik persoalan -persoalan dalam cerita disampaikan dengan cara yang ringan dan dapat diterima secara logika. Apalagi dengan adanya Opick yg menjadi tokoh ustadz yang menjadi tempat untuk orang-orang di sekitarnya mengadukan berbagai persoalannya, dan selalu diselesaikan dengan cara-cara dan nasihat-nasihat yang selalu berlandaskan agama yang dapat dicerna dengan mudah karena disampaikan dengan sederhana," tuturnya.

Sinetron berdurasi 60 menit itu didukung oleh artis-artis ternama seperti Dea Imut, Haykal Kamil, Teddy Syach, Astri Ivo, Rheina 'Ipeh', Iszur Muchtar, Joy Octaviano, Deni Malik, dan tentunya Opick.

RCTI mengakui bahwa kehadiran sinetron religi cukup sukses. Humas RCTI, Pudji Purnomo mengatakan, di luar dugaan Munajah Cinta kini menjadi salah satu tontonan favorit pemirsa RCTI. Sinetron ini masuk dalam jajaran 10 besar rating AGB Nielsen. [W-10]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/14/index.html

Sinetron "Saya Jameela", Kisah Derita Kawin Kontrak

multivision plus - Sinetron �Saya Jameela�

Setelah menuai sukses lewat sinetron sarat air mata Cinta Indah, rumah produksi Multivision Plus kembali mencoba peruntungan dengan tayangan sinetron baru berjudul Saya Jameela. Sinetron ini sudah tayang di RCTI sejak 9 Juni 2008 setiap Senin -Minggu setiap pukul 21.00 WIB. Saya Jameela masih berisi kisah penderitaan tokoh utama.

Nama Sandra Dewi tetap diusung sebagai pemeran utama. Kali ini Sandra tidak hanya diharapkan mampu berkarakter melankolis, tetapi juga menunjukkan sifat berani. Dia memerankan tokoh Jameela, yakni sosok gadis desa yang menentang tradisi kawin kontrak.

"Pesannya tetap pada intinya, sebuah perkawinan harus didasarkan cinta. Kalau kawin kontrak itu lebih kepada materi, mengesampingkan kemanusiaan dan harga diri perempuan sebagai istri," kata salah satu sutradara Saya Jameela, Irwan Ibon.

"Cerita ini pemberontakan karakter orang-orang di daerahnya. Jameela satu-satunya wanita yang berani kabur dari desa. Jadi keberaniannya adalah berani lari dari desa," tutur Irwan menjelaskan penokohan pemeran utama.

Irwan menambahkan, ide pembuatan sinetron ini berangkat dari film layar lebar berjudul Kawin Kontrak. Film yang juga diproduksi oleh Multivision Plus itu mengisahkan tiga pemeran utama laki-laki yang mencari gadis desa untuk dikawin kontrak.

Dalam film itu, ungkap Irwan, tema kawin kontrak dipandang dari sudut tradisi itu sendiri. Sementara dalam sinetron ini, tema yang sama dilihat dari sisi perempuan yang mengalami kawin kontrak.

"Di layar lebar lebih ke komedi, mahasiswa sehabis ujian, senang, melihat cewek diajak kawin kontrak. Film lebih dilihat dari sudut pandang kawin kontraknya," ujar Irwan.

Konflik cerita dalam sinetron ini, jelas Irwan, akan memuncak pada pertemuan Jameela dengan pemeran lainnya setelah dia meninggalkan desanya. Selain itu, sinetron ini juga akan mengangkat beberapa tokoh anak yang diharapkan mewakili penonton untuk kalangan remaja.

"Konfliknya saya belum bisa meraba, tapi baru sampai sini. Evan yang suka sama dia di Jakarta, pengusaha muda. Al-Fathir juga pengusaha, akhirnya jadi konflik," tambah Irwan.

Tidak Beda

Irwan mengakui sinetron ini tidak berbeda dengan sinetron lain yang juga diputar saat ini. Unsur drama, katanya, masih kuat mendominasi alur cerita. Namun, nilai jual sinetron ini bisa dilihat dari para bintang yang cenderung berusia dewasa.

"Kami coba menawarkan drama keluarga, seperti Cinta Indah. Jadi tetap lebih dewasa. Selain itu, nama Sandra Dewi juga sedang naik daun," ungkap Irwan.

Irwan juga menjanjikan akan menampilkan keindahan gambar dalam sinetron ini. Suasana pedesaan Subang akan disisipkan dalam sejumlah adegan di film ini. Sisi sosial sosok Jameela juga akan mewarnai sinetron ini. [NCW/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/14/index.html

12 Juni 2008

Undang KPI, MNC Diskusikan Implementasi P3 dan SPS

kpi.go.id 12/6/08 - KPI Pusat memenuhi undangan audiensi dengan MNC untuk mendiskusikan berbagai masalah dan perbaikan kualitas isi siaran televisi. Pada pertemuan yang digelar kemarin (11/6), di komplek studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta ini, diskusi difokuskan pada penerapan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) yang menjadi standar pengawasan KPI terhadap isi siaran televisi. "Ini merupakan kesempatan baik bagi kami untuk berdialog dan mendapatkan gambaran yang lebih jelas dalam hal aturan tayangan program televisi", papar Program Director RCTI Sutanto Hartono.

Dalam paparannya, KPI Pusat yang diwakili oleh Yazirwan Uyun, Mochamad Riyanto, dan Selamun Yoanes Bosco secara berkesinambungan memberikan gambaran isi dan implementasi P3 dan SPS, kegiatan pemantauan dan pengawasan yang dilakukan KPI, serta tindaklanjut pelanggaran isi siaran. P3 dan SPS adalah acuan bagi lembaga penyiaran dalam memproduksi dan menyiarkan isi siaran televisi.

Memancing diskusi, Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat Yazirwan Uyun menunjukkan contoh-contoh cuplikan tayangan hasil pemantauan KPI Pusat yang dinilai melanggar P3 dan SPS. "Berdasarkan hasil temuan KPI dalam pengumuman tayangan bermasalah yang dilanjutkan dengan surat teguran beberapa waktu lalu, KPI akan mengawasi tayangan tersebut lebih ketat untuk melihat apakah ada perbaikan atau tidak," jelas mantan Direktur Utama TVRI yang akrab dipanggil Iwan Uyun ini.

Iwan Uyun juga menyampaikan aktivitas pemantauan rutin KPI Pusat saat ini terhadap isi siaran yang didukung oleh tim ahli dengan kompetensi beragam seperti bidang pendidikan maupun bidang anak. "KPI saat ini fokus memantau empat jam untuk setiap stasiun televisi yang tersebar dalam berbagai program seperti sinetron dan variety show. Selain itu juga ada kajian isi siaran berdasarkan isu-isu tertentu seperti tayangan anak, kekerasan, pornografi, maupun mistik dan religi yang timnya dikoordinir masing-masing komisioner," terangnya.

Anggota KPI Pusat Selamun Yoanes Bosco yang mengawal kajian anak menyampaikan pentingnya pihak televisi untuk lebih hati-hati dalam memproduksi program khususnya dengan mempertimbangkan dampak yang mungkin ditimbulkan dari sebuah tayangan jika ditonton oleh anak-anak. Don mengaku, KPI banyak menerima complain dari para orang tua maupun guru yang mengeluhkan perilaku anak-anak yang menurut mereka disebabkan atau mencontoh tayangan yang ada di televisi.

"Pernah seorang guru mengeluh. Waktu itu si guru bertanya kepada muridnya kenapa Pattimura ditangkap, si murid sontak menjawab dengan lelucon kalau Pattimura ditangkap karena takdir," sampai Don Bosco. "Tentu, harus ada penelitian untuk membuktikan dugaan ini, apakah memang berpengaruh langsung atau tidak. Namun, asumsi kita di KPI, mereka awalnya mendapatkannya di televisi," tambah Koordinator Bidang Perizinan KPI Pusat yang akrab dipanggil Don Bosco ini.

Lebih lanjut, Don Bosco menambahkan tayangan televisi yang saat ini banyak mendapat kritik adalah tayangan anak yang banyak mengandung unsur kekerasan baik fisik maupun verbal, unsur mistik, pornografi, unsur perilaku negatif seperti berpacaran di usia dini. Hal ini perlu mendapat perhatian khusus disebabkan anak-anak sangat rawan meniru tayangan tersebut. Don Bosco meminta agar stasiun TV melakukan Internal Quality Control yang lebih teliti untuk menghindari tayangan yang dapat memicu keresahan masyarakat.

Dalam hal penegakan aturan dan memperkuat pelibatan masyarakat, anggota KPI Pusat Mochamad Riyanto menerangkan kerjasama-kerjasama yang sudah dilakukan KPI untuk mendorong peningkatan kualitas isi siaran televisi seperti membuat Nota Kesepahaman dengan Polri, LSF, MUI, serta PBNU. "Kerjasama dimaksudkan agar ada kejelasan wadah bagi pengaduan dari masyarakat serta kejelasan jalur koordinasi jika terjadi pelanggaran isi siaran," jelas Riyanto.

Menurut Riyanto, kerjasama ini bisa dipahami sebagai upaya melindungi semua pihak, baik masyarakat maupun lembaga penyiaran. "Kasus pidana penyiaran terkait isi siaran itu sifatnya bukan delik aduan sehingga sebenarnya polisi bisa bertindak tanpa harus menunggu ada tidaknya pengaduan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga harus punya wadah saluran aspirasi yang baik. Nah, MoU didesain untuk mengkerangkai agar setiap masalah isi siaran dapat dikelola dengan baik melalui KPI," tutur anggota Bidang Kelembagaan KPI Pusat ini.--