Tampilkan postingan dengan label GLOBALTV. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label GLOBALTV. Tampilkan semua postingan

19 Agustus 2008

Empat Judul Tayangan Dinilai Bermasalah

Jakarta, Kompas - Komisi Penyiaran Indonesia Pusat menilai empat judul tayangan TV, yaitu Bleach, Cerita SMA, Detective Conan, dan Naruto, bermasalah karena melanggar beberapa pasal dalam Undang-Undang Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002.

"Dari pemantauan tersebut kami menyimpulkan lembaga penyiaran belum melindungi anak- anak dan remaja," kata Ketua Tim Panelis Pemantau Siaran TV Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Arief Rahman di Jakarta, Selasa (19/8).

Empat tayangan itu adalah hasil pengamatan 14-29 Juni 2008. Tim panelis menilai 84 judul tayangan, terdiri atas 316 episode dan disiarkan sembilan stasiun TV (Indosiar, SCTV, TPI, RCTI, Global TV, ANTV, TVRI, Trans TV, dan Trans 7). Delapan belas judul di antaranya berupa sinetron, 19 judul variety show, dan 47 judul program anak.

Pemantauan difokuskan pada tayangan anak dan remaja dengan titik berat perlindungan terhadap anak dan remaja. Tayangan dinilai melanggar apabila mengandung unsur kekerasan (fisik, psikologis, sosial) baik verbal maupun nonverbal, tidak melindungi kepentingan anak-anak dan remaja, tidak ada/tidak menampilkan klasifikasi penggolongan tayangan (berdasarkan usia penonton), serta tidak sesuai norma kesopanan dan kesusilaan.

Memuat kekerasan

Salah seorang anggota Tim Panelis Pemantau Siaran, Nina Armando, mengatakan, banyak film animasi memuat materi yang tidak sesuai untuk anak. Misalnya, muatan kekerasan yang eksplisit dan berlebihan serta mengandung tema-tema yang tidak sesuai dengan dunia anak dan ada adegan yang melibatkan anak dalam setting yang tidak pantas.

Tayangan Bleach di Indosiar yang diputar tiap hari Minggu pukul 11.00-11.30 dinilai tidak tepat untuk anak-anak karena menampilkan cerita tentang dunia mistis dan kekerasan sebagai tema utama, sangat ekspresif dan menunjukkan orang bertarung dengan tangan kosong maupun senjata.

Cerita SMA yang ditayangkan setiap hari pukul 19.00-20.00 di RCTI dinilai tidak memerhatikan norma kesopanan dan kesusilaan. Ada adegan yang menampilkan alat kelamin pemeran anak laki-laki.

"Memang dia adalah anak- anak dan lucu, tapi dari adegan itu kita bisa menilai bahwa tidak ada perlindungan bagi si anak yang bermain sinetron dan sekaligus tidak ada perlindungan bagi anak-anak yang menontonnya," kata Arief Rahman.

Detective Conan yang ditayangkan di Indosiar setiap Minggu pukul 08.30-09.00 menampilkan tema cerita yang tidak tepat bagi anak dan pemeran yang hampir seluruhnya orang dewasa. Begitu pula Naruto di Indosiar dan Global TV yang menampilkan kekerasan fisik dan mistis.

"Orangtua harus lebih sadar bahwa tayangan kartun atau animasi tidak semuanya cocok untuk anak-anak. Banyak adegan kekerasan di film-film kartun, seperti di dalam Tom and Jerry. Itu memang membuat kita tertawa, tapi itu, kan, kekerasan kalau kucing dibanting-banting sampai gepeng, dicekik. Anak-anak mudah sekali meniru. Itu harus kita waspadai," kata Arief Rahman.

Lebih berhati-hati

Menanggapi penilaian dari KPI tersebut, Manajer Hubungan Masyarakat Indosiar Gufron menyatakan, sebenarnya secara keseluruhan tayangan tersebut memiliki cerita yang bagus.

Meskipun demikian, dia menegaskan bahwa jika memang adegan kekerasan dipandang tidak layak tayang atau ditonton oleh anak- anak, Indosiar akan lebih selektif dalam mengedit. "Ke depan, kami akan lebih hati-hati." (LOK)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/08/20/00520646/empat.judul.tayangan.dinilai.bermasalah

16 Juli 2008

Tiga Tayangan Bermasalah Dievaluasi

Surat teguran kepada Trans TV atas tiga program yang dinilai bermasalah oleh Komisi Penyiaran Indonesia atau KPI telah disikapi dengan evaluasi dan mendatangi KPI untuk menyamakan persepsi. Sebagai tayangan unggulan, Trans TV tak ada niat untuk menayangkan hal yang seronok. Namun, karena komedi, bisa saja spontan muncul hal-hal yang di luar skenario. Yang pasti, keinginan kedua belak pihak sudah disepakati.

Demikian dikatakan Manajer Humas Trans TV A Hadiansyah Lubis, Rabu (16/7), tentang teguran terhadap tiga program yang dinilai bermasalah KPI, yang diekspose pekan lalu.

Seperti dilaporkan KPI, pemantauan sepanjang Mei 2008, ditemukan empat tayangan bermasalah. Satu di antaranya adalah Extravaganza, mendapat teguran terakhir.

Koordinator Bidang Isi Siaran KPI Pusat Yazirwan Uyun mengatakan, tiga tayangan lain yang bermasalah adalah Ngelenong Nyok (Trans TV), One Piece (Global TV), dan Suami-suami Takut Istri (Trans TV). "KPI Pusat melakukan pemantauan terhadap 285 tayangan anak (episode) dari 92 judul pada sembilan stasiun televisi," ujarnya.

Uyun menjelaskan, suatu tayangan dinilai bermasalah apabila mengandung unsur kekerasan (fisik dan psikologis), baik dalam bentuk tindakan verbal maupun nonverbal, pelecehan terhadap kelompok masyarakat dan individual, tidak melindungi kepentingan anak-anak, remaja dan perempuan, serta tidak sesuai dengan norma kesopanan.

Dihubungi secara terpisah, Ketua Asosiasi Televisi Swasta Indonesia Karni Ilyas mengatakan, pihaknya sangat mendukung penilaian yang dilakukan KPI terhadap isi tayangan televisi-televisi. Namun, KPI sebaliknya juga diingatkan untuk hati-hati menilai suatu tayangan dan iklan.

Menurut Karni, sebagai lembaga independen, KPI mestinya mempunyai kekuatan untuk memberikan sanksi, tak hanya sebatas teguran. (NAL)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/17/01054432/tiga.tayangan.bermasalah.dievaluasi

30 Juni 2008

Tayangan Piala Eropa - Pemirsa Laki-laki Meningkat 128 Persen

Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat.

[JAKARTA] Tayangan sepakbola masih menjadi ton- tonan favorit pemirsa laki-laki. Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat. Dibanding Piala Eropa 2004, kenaikan penonton laki-laki saat tayangan siaran langsung Piala Eropa 2008 di stasiun RCTI, TPI dan Global TV meningkat hingga 128 persen.

Berdasarkan data AGB Nielsen dengan basis survei di Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Surabaya serta Yogyakarta hingga babak final 23 Juni lalu tayangan ini menyedot perhatian laki-laki dengan kategori usia 20 tahun ke atas, kelas menengah yang pengeluaran rutin bulanan rumah tangga di atas Rp 700.000. Sementara remaja laki-laki usia 15-19 tahun memilih menonton siaran ulangnya di pagi, siang ataupun malam hari.

Sementara itu, dibandingkan dengan Piala Eropa 2004, tahun ini menarik banyak pemirsa laki-laki yang ditayangkan pada waktu yang sama, yaitu sekitar pukul 06.00- 07.00 WIB dan 22.00-23.00 WIB. Di dalam kelompok ini, ada total penambahan pemirsa hingga 128 persen atau menjadi 1,2 juta penonton dibandingkan siaran langsung Piala Eropa 2004 yang hanya berjumlah 932.000 penonton.

Target pemirsa ini juga terlihat lebih banyak dibandingkan periode tayangan reguler yang terutama tampak pada saat Piala Eropa 2008 disiarkan secara langsung. Kenaikan penonton laki-laki usia 20-an ini bahkan meningkat tiga kali lipat dari periode tayangan reguler yang biasanya menghadirkan program musik atau film laga sebagai tayangan favorit yang mereka tonton.

Beberapa pertandingan yang paling banyak ditonton oleh laki-laki 20-an ini adalah pertandingan babak penyisihan grup yang terutama ditayangkan antara pukul 23.00 sampai 01.00 dini hari. Di antaranya adalah Italia vs Rumania dengan rating 3,8 dan share 18,8, Kroasia vs Jerman dengan rating 3,6 dan share 20,1 pada 13 Juni 2008 pukul 23.00-01.00 dan Prancis vs Italia pada dengan rating 3,6 dan share 51,3 pada 18 Juni 2008 pukul 01.30 - 04.00 WIB.

Menarik Penonton

Share adalah sebutan untuk presentasi dari besarnya pemirsa potensial (yang sering menonton) yang menonton program tertentu pada periode waktu yang sama.

Rating yang biasanya dikenal orang sebagai peringkat sebenarnya adalah presentase dari suatu populasi atau target populasi yang menonton program tertentu pada periode waktu tertentu.

"Lebih dari 50 persen penonton TV memasang mata untuk Prancis vs Italy yang ditayangkan pada dini hari. Selain karena mereka termasuk tim besar, kompetisi antarprogram sudah berkurang sehingga mampu menarik penonton yang cukup besar," ungkap Associate Director Marketing and Client Service AGBNielsen, Hellen Kathe- rina. [DGT/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/30/index.html

20 Juni 2008

Rizky Raih MTV VJ 2008

Rizky Triyantono (dari kiri), Distyayu Sukarja dan Robby Purba menjadi para pemenang dalam ajang Grand Final VJ Hunt 2008 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Kamis (19/6) malam. arnold H sianturi

[JAKARTA] Rizky Triyantono finalis Bandung berhasil meraih MTV Video Jockey (VJ) 2008 dengan mengalahkan 11 finalis pada malam Grand Final MTV VJ Hunt 2008 yang berlangsung di Tennis Indoor Senayan, Kamis (19/6) malam. Sementara gelar Amazing VJ 2008 direbut oleh gadis cantik finalis Medan, Distyayu Sukarja (Ayu) dan gelar The Most Favorite 2008 jatuh pada Robby Purba dari Lampung.

"Saya senang sekali dan tidak menyangka menjadi juara, dengan melihat talenta saingan-sainganku. Setiap peserta mempunyai karakter yang berbeda-beda. Justru saya memfavoritkan Robby juara, dan syukur malah saya yang menang. Kejuaraan ini membuat untuk semakin bermotivasi mencoba hal yang beda dari sebelumnya dan lebih tinggi lagi," tutur Rizky.

Pemenang MTV VJ Winner, berhak mendapatkan hadiah utama 20 juta rupiah. Hal pertama yang akan dilakukannya adalah berkonsentrasi mengkampanyekan bahaya global warming. Rizky menyatakan siap untuk mensosialisasikan tindakan itu, karena memiliki akses yang dinilai cukup kuat.

"Akan saya dorong isu global warming, dan bagaimana cara mengatasinya secara sederhana yang bisa dimulai dari lingkungan sendiri, seperti penghematan air dan listrik. Hal itu memang kecil, namun bila didorong sesering mungkin, anak nongkrong akan terbuka dan peduli pada lingkungan sekitarnya," kata mahasiswa Universitas Padjadjaran Bandung, dengan yakin.

Kelestarian Alam

Rizky menambahkan bebannya menjadi lebih berat setelah menjadi sorotan masyarakat, yaitu mengembang tugas mensosialisasikan kelestarian lingkungan hidup. Dirinya juga harus membawa dan mengajak, bagaimana caranya masyarakat minimal mengerti dan sadar akan bahaya akan dampak dari global warming.

Senada dengan itu, Ayu merasa sangat bersyukur dirinya bisa terpilih. Mantan penyiar Radio Prambors Medan, berkeinginan bersatu dengan alam, sebagai wujud tindakan terhadap menjaga lingkungan, dengan menghindari pemakaian plastik. Ayu dinilai memiliki karakter yang ceria dan sering melakukan hal-hal yang konyol oleh ke-11 finalis lainnya. Ayu dan Robby mendapatkan hadiah sebesar lima juta rupiah.

MTV VJ Hunt 2008 mengusung tema Keep Your World Amazing sebagai bentuk kepedulian terhadap isu Global Warming. Panggung didesain menyerupai hutan belantara beserta hewan, yaitu burung yang cukup meramaikan suasana. Hal ini sebagai bentuk peran serta MTV Indonesia mengkampanyekan bahaya pemanasan global. [HDS/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/20/index.html

16 Juni 2008

Grand Final MTV VJ Hunt di GlobalTV

Sang pemenang, kata Panca, akan mendapat kontrak langsung sebagai VJ dan juga akan tampil memandu dalam salah satu acara MTV

'Keep Your World Amazing'. Itulah tema yang diusung pada perhelatan MTV VJ Hunt 2008. Global TV sebagai pemegang hak siar atas program-program MTV di Indonesia memilih isu global warming sebagai tema. Selain karena sudah menjadi isu internasional, juga untuk meningkatkan kesadaran anak nongkrong, yang merupakan bagian dari masyarakat, untuk lebih peduli kepada lingkungan yang ada di sekitarnya.

''Tahun ini ajang pencarian VJ MTV mengusung tema "Keep Your World Amazing" sebagai bentuk kepedulian terhadap isu global warming,'' tegas ujar Cipta Panca Laksana, production manager Global TV saat temu wartawan 'Grand Final MTV VJ Hunt 2008' di Atrium EX, Entertainment Building, Jakarta, Kamis (12/6) lalu.

Dipilihnya tema global warming ini merupakan wujud peran serta MTV Indonesia dalam memberikan pembelajaran kepada anak nongkrong untuk ikut bertanggung jawab terhadap lingkungannya, dan tidak hanya semata-mata hidup sebagai remaja yang konsumtif. ''Ini merupakan wujud peran serta MTV Indonesia dalam menyampaikan kampanye sosial tentang bahaya global warming untuk bumi dan seluruh penghuninya. Dan di sini anak nongkrong bisa berperan dan ikut bertanggung jawab terhadap lingkungannya,'' tutur Panca.

MTV VJ Hunt yang merupakan ajang pencarian VJ MTV Indonesia yang memasuki tahun kedelapan ini telah sukses menjalani audisi di beberapa kota besar, yaitu Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya dan Yogyakarta. Hasil audisi dari lima kota besar telah mendapatkan 12 finalis, yaitu Ayu (Medan), Bimo (Bandung), Rizky (Bandung), Ishak (Surabaya), Rimba (Yogyakarta), Robby (Lampung), Abee (Jakarta), Candice (Jakarta), Iara (Jakarta), Dessy (Jakarta), Wani (Jakarta), dan Shierly (Jakarta).

''Ajang ini dapat menjadi wadah penyaluran bakat dan kreatifitas anak nongkrong Indonesia sebagai VJ,'' jelas Panca, acara puncak grand final VJ Hunt 2008 akan diselenggarakan di Tennis Indoor Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis, (19/6) nanti. Acara grand final dengan hamparan green carpet akan dipandu VJ Marissa dan VJ Mike ini dimeriahkan Nidji, Mulan Jameela, Ran, J-Rocks, Afgan, T2, The Changcuters, Angel Percussion, United Dance Works dan UKM Trisakti. Tim juri terdiri dari Erwin Parengkuan, Nirina Zubir, Bimbom Barkah, perwakilan Global TV, dan perwakilan MTV Asia. Pemenang akan dipilih menjadi tiga yaitu MTV VJ Winner 2008, Amazing VJ Winner 2008 dan Viewer's Choice VJ Winner 2008.

Untuk sang pemenang, kata Panca, akan mendapat kontrak langsung sebagai VJ dan juga akan tampil memandu dalam salah satu acara MTV. Kendati begitu, finalis lain pun tetap mendapat kesempatan untuk menjadi VJ tamu. MTV VJ Hunt digelar dengan tujuan mencari VJ MTV yang handal dan mampu merepresentasikan semangat anak nongkrong. Para VJ ini diharapkan dapat mempertahankan image MTV Indonesia sebagai satu-satunya channel musik yang paling dipandang dan diakui oleh anak nongkrong.

''VJ Winner Hunt 2008 ini diharapkan dapat diandalkan dan mampu mewakili semangat anak nongkrong dalam mempertahankan image MTV sebagai satu-satunya stasiun televisi musik yang diakui dan dipandang telah mengikuti perkembangan trend musik,'' harap Panca.

Tidak banyak perubahan
Listya Wahyuni, communication officer Global TV mengungkapkan bahwa tahun ini ajang pencarian VJ Hunt tidak mengalami banyak perubahan format. Audisi tidak hanya dipusatkan di kampus atau pusat perbelanjaan, juga dengan perburuan di tempat-tempat nongkrong. ''Tujuannya, hanya demi menjaring peserta yang lebih banyak. Audisi akan dilakukan langsung Global TV,'' kata Listya.

Syarat pesertanya juga tidak banyak berubah, berusia 17-25 tahun dan yang terpenting harus menarik. ''Para finalis VJ Hunt harus camera face, tampang oke dan body yahud. Kriterianya relatif sama, semua orang bisa ikutan,'' ujar Listya. Selain itu sosok VJ Junt harus memiliki kriteria relatif yakni pintar, berwawasan, berbakat, mampu berbahasa Inggris dan memiliki ketertarikan pada dunia musik dan entertainment. ''Tentunya enggak nge- drugs,'' tegas Listya.

Listya mengungkapkan, ke 12 finalis ini telah mengikuti proses karantina selama satu minggu. Pada masa karantina finalis mendapatkan pelatihan di bidang public speaking dan choreografer. Untuk public speaking mereka mendapatkan pengetahuan mengenai confident booster, brand image, guidelines to be a good presenter, verbal language, becoming a good communicator, nonverbal language.

Para finalis itu berada di bawah bimbingan para mentor, Becky Tumewu dan Erwin Parengkuan serta para mantan VJ MTV, seperti Sarah Sechan, Arie K. Untung, Eddie Brokoli, dan Evan Sanders. Selain itu, 12 finalis ini juga akan tampil membawakan program MTV, seperti MTV Ampuh, MTV Total Request, dan MTV Nongkrong Bareng. ''Mereka berkesempatan untuk belajar bagaimana menjadi VJ dan merasakan "sensasi" ketika harus berhadapan dengan kamera di dalam sebuah studio,'' papar Listya.

MTV VJ Hunt pertama kali digelar tahun 1997 dengan misi khusus untuk mencari calon VJ yang pastinya akan menemani anak nongkrong di MTV. Ajang ini juga berhasil menelorkan beberapa nama VJ. Sebut saja Alex Abbad, Cathy, Arie Untung, Daniel Mananta dan yang terbaru Evan Sanders. Nah, anak nongkrong yang masih terkenang kenang dengan konyolnya Jamie Aditya, Sarah Sechan dan cantiknya Nadya Hutagalung ini sebentar lagi akan mendapatkan sosok VJ MTV Hunt yang tak kalah kerennya. ruz

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=337754&kat_id=383