Tampilkan postingan dengan label SPORT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SPORT. Tampilkan semua postingan

13 Agustus 2008

Publik Tuntut Liga Inggris Dapat Ditayangkan Di TV Free To Air

kpigoid -12/08/2008 ;; Ratusan pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Komunitas Pencinta Bola (KPB) mendatangi kantor KPI Pusat di jalan Gajah Mada, Selasa (12/8). Dalam orasinya yang dijaga ketat aparat kepolisian setempat, mereka menuntut agar siaran langsung Liga Inggris atau English Premier League (EPL) dapat ditayangkan kembali di televisi free to air.

Menanggapi tuntutan tersebut, anggota KPI Pusat, Amar Ahmad, langsung menemui mereka di gerbang depan kantor KPI Pusat. Amar mengajak beberapa perwakilan pengunjuk rasa untuk melakukan audiensi langsung dengan KPI Pusat di kantor KPI Pusat. Kedatangan perwakilan pengunjuk rasa ini, kemudian diterima langsung oleh Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Sendjaja dan anggota KPI Pusat, S. Sinansari ecip.

Dalam sambutannya, Ketua KPI Pusat, mempersilahkan perwakilan pengunjuk rasa menyampaikan maksud dan tujuannya. Salah satu dari perwakilan pengunjuk rasa, Harry menyampaikan beberapa harapan dan tuntutan kepada KPI. Dalam sambutnya, mereka menuntut KPI agar dapat mengembalikan siaran liga Inggris sebagai tontonan gratis kepada masyarakat.

"Jangan jadikan tontonan bermutu dimonopoli oleh orang kaya saja. Kami menginginkan liga Inggris ditayangkan kembali di televisi nasional. Jangan hanya ditayangkan di televisi berlangganan," tegas Harry.

Menanggapi tuntunan tersebut, pertama-tama Sasa menjelaskan, bahwa hak siar tayangan Liga Inggris atau EPL sepenuhnya dipegang oleh Astro yang berkedudukan di Malaysia. Di Indonesia, distribusi siarannya disalurkan melalui PT Direct Vision.

Kemudian, lanjut Sasa, kasus tayangan Liga Inggris di Astro, saat ini sedang dalam proses persidangan di Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU). Hasil keputusan dari sidang tersebut, sampai dengan hari ini, belum ada.

Sasa pun menegaskan, KPI akan berupaya mendesak pihak-pihak terkait seperti KPPU dan Depkominfo agar nantinya proses penetuan hak siar atau pertandingan liga Inggris dapat ditentukan secara open bidding atau tender terbuka. Dengan proses itu, bukan tidak mungkin peluang televisi free to air juga terbuka untuk mendapatkan siaran pertandingan liga Inggris yang bertaburan bintang-bintang sepakbola dunia.

"KPI akan langsung berkirim surat kepada KPPU dan Depkominfo mengenai hal ini. Pertemuan ini juga menjadi salah satu bahan referensi kami ke mereka. Mudah-mudahan nanti hasil yang diputuskan oleh KPPU dapat membahagiakan," kata Sasa Djuarsa Sendjaja. Red

30 Juni 2008

Tayangan Piala Eropa - Pemirsa Laki-laki Meningkat 128 Persen

Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat.

[JAKARTA] Tayangan sepakbola masih menjadi ton- tonan favorit pemirsa laki-laki. Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat. Dibanding Piala Eropa 2004, kenaikan penonton laki-laki saat tayangan siaran langsung Piala Eropa 2008 di stasiun RCTI, TPI dan Global TV meningkat hingga 128 persen.

Berdasarkan data AGB Nielsen dengan basis survei di Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Surabaya serta Yogyakarta hingga babak final 23 Juni lalu tayangan ini menyedot perhatian laki-laki dengan kategori usia 20 tahun ke atas, kelas menengah yang pengeluaran rutin bulanan rumah tangga di atas Rp 700.000. Sementara remaja laki-laki usia 15-19 tahun memilih menonton siaran ulangnya di pagi, siang ataupun malam hari.

Sementara itu, dibandingkan dengan Piala Eropa 2004, tahun ini menarik banyak pemirsa laki-laki yang ditayangkan pada waktu yang sama, yaitu sekitar pukul 06.00- 07.00 WIB dan 22.00-23.00 WIB. Di dalam kelompok ini, ada total penambahan pemirsa hingga 128 persen atau menjadi 1,2 juta penonton dibandingkan siaran langsung Piala Eropa 2004 yang hanya berjumlah 932.000 penonton.

Target pemirsa ini juga terlihat lebih banyak dibandingkan periode tayangan reguler yang terutama tampak pada saat Piala Eropa 2008 disiarkan secara langsung. Kenaikan penonton laki-laki usia 20-an ini bahkan meningkat tiga kali lipat dari periode tayangan reguler yang biasanya menghadirkan program musik atau film laga sebagai tayangan favorit yang mereka tonton.

Beberapa pertandingan yang paling banyak ditonton oleh laki-laki 20-an ini adalah pertandingan babak penyisihan grup yang terutama ditayangkan antara pukul 23.00 sampai 01.00 dini hari. Di antaranya adalah Italia vs Rumania dengan rating 3,8 dan share 18,8, Kroasia vs Jerman dengan rating 3,6 dan share 20,1 pada 13 Juni 2008 pukul 23.00-01.00 dan Prancis vs Italia pada dengan rating 3,6 dan share 51,3 pada 18 Juni 2008 pukul 01.30 - 04.00 WIB.

Menarik Penonton

Share adalah sebutan untuk presentasi dari besarnya pemirsa potensial (yang sering menonton) yang menonton program tertentu pada periode waktu yang sama.

Rating yang biasanya dikenal orang sebagai peringkat sebenarnya adalah presentase dari suatu populasi atau target populasi yang menonton program tertentu pada periode waktu tertentu.

"Lebih dari 50 persen penonton TV memasang mata untuk Prancis vs Italy yang ditayangkan pada dini hari. Selain karena mereka termasuk tim besar, kompetisi antarprogram sudah berkurang sehingga mampu menarik penonton yang cukup besar," ungkap Associate Director Marketing and Client Service AGBNielsen, Hellen Kathe- rina. [DGT/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/30/index.html

27 Juni 2008

Bintang Tamu Pertandingan Sepakbola

Pada setiap pertandingan sepakbola, baik lokal maupun international, selalu diundang bintang tamu. Yang menjadi pertanyaan saya, meskipun ajang pesta sepak-bola Piala Dunia, atau Piala Eropa seperti yang sedang berlangsung sekarang, atau yang lainnya, adalah "pesta"nya anak-anak bola, tak pernah terlihat bintang-bintang sepak bola diundang menjadi bintang tamu.

Yang diundang selalu bintang sinetron, penyanyi, ataupun pejabat, yang tentunya pandangannya tentang sepakbola tidak bisa diharapkan sebagus para pemain ataupun pelatih sepakbola.

Dari "orang-orang bola", kita bisa menarik pelajaran dari komentar-komentar mereka. Komentar-komentar itu akan menjadi kontribusi atas kemajuan sepakbola kita.

Saya mengerti, satu menit berbicara dengan Luna Maya akan lebih menyenangkan daripada setengah jam berbicara dengan Bambang Pamungkas.

Bahkan perbandingan yang sama juga begitu, kalau ngobrol dengan Luna Maya dibandingkan dengan Sri Mulyani, yang sama-sama perempuan.

Tapi dari Bambang Pamungkas kita bisa mendapat pelajaran sepak bola, dan Sri Mulyani, yang menteri keuangan, kita bisa mendapat penjelasan tentang pergerakan nilai uang, dan lain-lain mengenai keuangan.

Karena ini ajang pesta sepak bola, seyogyanya Bambang Pamungkas dan kawan-kawan akan menjadi pilihan kita. Luna Maya, Sarah Ashari punya tempat mereka sendiri yang tidak kalah semarak.

Kalau kita menginginkan sepak-bola kita maju, kita juga harus ikhlas memberi tempat yang layak kepada para pemain, pelatih, atau para pelaku sepak bola yang lain. Dan itu berlaku untuk semua bidang.

Koes Prihadi Jl Keadilan 8/ 21, Riung-Bandung

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/27/index.html

16 Juni 2008

TV Swiss Protes UEFA

TEMPO Interaktif, ZURICH:-- Kepala otoritas televisi nasional Swiss secara resmi memprotes sensor gambar yang dilakukan Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) dalam Euro 2008. Direktur Jenderal SRG, Armin Walpen, mengatakan kepada mingguan Swiss, SonntagsZeitung, bahwa dia akan menulis surat protes kepada UEFA karena gambar keributan massa selama pertandingan antara Austria dan Kroasia tidak ditampilkan di televisi. Menurut dia, sensor merupakan masalah besar dalam jurnalistik.


UEFA mengontrol siaran langsung televisi untuk semua pertandingan. Gambar suporter menyalakan api dan seorang suporter masuk lapangan saat pertandingan berlangsung di Wina pada 8 Juni lalu itu tidak ditayangkan di televisi.


"Kami tidak ingin mempublikasikan para perusuh," ujar juru bicara UEFA, Wolfgang Eichler. "Kami berkonsentrasi pada tayangan yang relevan dengan pertandingan," ujarnya. Eichler mengatakan ada sekitar 40 kamera di dalam stadion, termasuk satu milik televisi Swiss. AP | AFP | SAPTO YUNUS

http://www.tempointeraktif.com/ 16 juni 2008