Tampilkan postingan dengan label TPI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TPI. Tampilkan semua postingan

15 September 2008

Janji Kuis ”Joged Asik” TPI (Surat Pembaca Kompas)

Pada Sabtu dini hari, 9 Agustus 2008, saya mengikuti acara kuis Joged Asik secara on air di TPI. Setelah melalui proses pengundian, nomor ponsel saya muncul dan saat itu saya dihubungi. Lalu, saya menjawab pertanyaan yang diajukan dengan benar dan dinyatakan dapat hadiah uang Rp 10 juta.

Setelah sekian lama menunggu, saya dihubungi kembali lewat telepon (021 5290295) pada 21 Agustus 2008 supaya saya memberikan alamat lengkap. Namun, setelah itu, belum ada tanggapan apa pun dari TPI. Hadiah yang dijanjikan belum saya terima. Sebagai stasiun pendidikan, jika tidak bisa menepati janji, TPI sebaiknya jangan menampilkan program dengan iming- iming kuis berhadiah.

Arip Hidayat Jalan Leces Sonosari RT 38 RW 07, Kebonagung, Pakisan, Malang

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/09/16/00261484/redaksi.yth

03 September 2008

Kontroversi Tayangan Televisi - Tokoh Kebanci-bancian Menghilang

Dok TPI - Tayangan �Tanya Aku Aja� dibawakan oleh Ivan Gunawan.

[JAKARTA] Dampak peringatan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terhadap sejumlah stasiun televisi yang menayangkan tokoh kebanci-bancian mulai terasa. Sejumlah program dihentikan mendadak, artis banci menghilang dan sebagian tokoh tetap tampil dengan gaya normal..

Dari hasil pantauan SP hingga Rabu (3/9) pagi, memasuki Ramadan, peran kebanci-bancian itu menghilang. Pelawak Tessy dan Olga Saputra pada acara Saatnya Kita Sahur di Trans TV, terlihat mengenakan kostum biasa layaknya seperti laki-laki, tidak mengenakan pakaian perempuan maupun berperan sebagai banci. Begitu juga dengan Ruben Onsu saat membawakan acara Kiss di Indosiar, tidak tampil dengan gaya kebanci-banciannya.

Menurut Manajer Hubungan Masyarakat Indosiar Gufroni Sakaril, mengatakan pihak Indosiar menghargai hasil keputusan KPI, atas kepeduliannya terhadap program acara yang ditayangkan.

"Saat ini, belum ada rencana untuk mengangkat tokoh atau peran banci. Trendnya bisa berbeda-beda. Ada program baru nantinya dan format acara akan diganti serta dibuat lebih menarik lagi. Sekarang program sinetron lebih banyak dan ke depan akan melihat apa yang diingini masyarakat. Reality show punya peluang tersendiri, kmungkinan akan kembali ke format awal, yaitu lebih serius dalam acara," jelas Gufron di Jakarta, Rabu (3/9).

Senada dengan itu, Manajer Humas Trans TV, Hadiansyah Lubis menjelaskan secara bertahap akan menghilangkan unsur kebanci-bancian, karena memerlukan waktu untuk melakukan perubahan. Trans TV juga akan memperbaiki apa yang dianggap kurang maupun tidak boleh oleh KPI. Acara Extravaganza tujuan awalnya adalah murni untuk menghibur masyarakat, tidak ada niat untuk merusak tatanan nilai moral.

"Saat ini sudah ada perubahan pada acara Extravaganza. Dari sisi kostum biasa yang paling banyak disorot, sudah kami ganti dengan pakaian yang layak. Formatnya akan sama, yaitu reality show komedi. Begitu juga dengan naskah (skript) maupun adegan komedi yang pantas untuk ditonton. Hal ini menjadi tantangan bagi kami untuk menghasilkan program acara yang berkualitas tanpa ada unsur kebanci-bancian," ungkapnya.

Namun, di sisi lain, bagi pemain yang memang terlahir dengan gaya kebanci-bancian, pihak Trans TV tidak bisa mencegah hal itu, seperti komedian Aming. Hadiansyah mengungkapkan, hanya kostumnya saja yang bisa dicegah, tetapi gaya bancinya tidak bisa dihilangkan. Pihaknya tetap merespons secara positif teguran dari KPI dan menerima aturan yang berlaku, walaupun ada pro- kontra.

Terkait dengan itu, Koordinator Pemantauan Langsung KPI Pusat, Yazirwan Uyun menuturkan teguran yang diberikan kepada stasiun televisi bertujuan baik. Baru tahap pertama yang diberikan untuk mengingatkan program acara-acara yang menampilkan unsur kebanci-bancian.

"Bila sudah tiga kali tayangan tersebut ditegur dengan menggunakan judul yang sama, tetap tidak perubahan yang berarti, maka sanksinya adalah penghentian sementara," tandasnya.

Tayangan dengan model kebanci-bancian dianggap melanggar peraturan KPI Nomor 03 UU No 32/2002. Hal itu dinilai tidak sejalan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran Standar Program Siaran (P3SPS) Tahun 2007.

Bila dilihat sisi psikologis, adegan dari tayangan kebanci-bancian di televisi, dapat ditiru dan mempengaruhi anak-anak yang tidak mengetahui maknanya. Perilaku tersebut dapat menjadi trendsetter. Sementara dari sudut pandang pendidikan, kelainan identitas seksual (gender identity disorder), yang merupakan suatu penyakit yang secara klinis harus ditolong atau diobati.

Berdasarkan pantauan KPI, stasiun televisi yang banyak menayangkan reality show dengan sosok kebanci-bancian dan dinilai terlalu mengeksploitasi sosok tersebut, adalah Indosiar, Trans TV, Trans 7, dan TPI. [HDS/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/09/03/index.html

12 Juli 2008

Program Sosial yang Menghibur - Reality Show "Serbu Kampung"

SDok TPI - alah satu episode reality show �Serbu Kampung�.

[JAKARTA] Stasiun televisi TPI memperkenalkan sebuah konsep program sosial terbaru yang diberi nama Serbu Kampung. Program ini menampilkan kegiatan sosial yang sarat dengan pesan moral sekaligus beragam hiburan meriah bagi masyarakat di lokasi acara yang menjadi sasaran "penyerbuan".

Corporate Secretary TPI, Wijaya Kusuma Soebroto mengatakan untuk kampung yang terpilih menjadi loka- si "penyerbuan", TPI akan memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhannya, misalnya penyemprotan DBD, sunatan massal dan pembuatan sarana mandi cuci kakus (MCK).

"Masyarakat setempat juga akan dihibur dengan hadirnya artis-artis ibukota di panggung sederhana yang dibuat di lokasi sambil menikmati berbagai permainan seru yang menyediakan hadiah-hadiah menarik," katanya di Jakarta, baru-baru ini.

Program yang berlangsung selama satu jam itu, dapat disaksikan setiap Sabtu, pukul 09.30 WIB. Acara dipandu oleh duet Derry Drajat dan Rully P Project. Turut meramaikan si jenaka Monox, pelawak jebolan Audisi Pelawak TPI (API) dan si cantik Yeyen. Tak ketinggalan pula, tausiyah singkat yang akan disampaikan oleh para da'i dan da'iah TPI.

Uniknya, dalam mendatangi kampung-kampung, tim "Serbu Kampung" akan mengangkat konsep kerajaan, di mana Derry Derajat akan berperan sebagai Paduka Sye Nang, seorang sosok dermawan, hobi bernyanyi, namun terkadang sedikit munafik. Rully P Project akan berperan menjadi asisten sang raja yang bernama Asisten Ri Ang.

Di lain sisi, Yeyen didaulat sebagai Kopral Chenli yang ditaksir oleh Paduka Sye Nang dan asistennya. Paduka mempunyai enam orang pasukan yang siap sedia menyerbu kampung yang diperintahkan oleh Paduka Sye Nang. Dua di antara enam pasukan Chenli memiliki karakter lugu dan sering membuat suasana jenaka, salah satunya diperankan oleh Monox.

Dalam setiap episodenya, Serbu Kampung akan melakukan banyak kegiatan di lokasi yang didatangi, misalnya, "Senam Heboh" untuk perempuan, khususnya kaum ibu atau "Gotong Royong" bagi bapak-bapak dan remaja laki-laki.

Selain itu, Derry Drajat dan Rully P Project juga akan menemui tokoh masyarakat yang dalam acara ini mendapat julukan 'Kembang atau Kumbang Kampung' untuk diangkat profilnya. Dan tentunya yang terpenting dari acara ini ialah membantu masyarakat secara langsung melalui tindakan dan hiburan.

Musik Dangdut

Selain bantuan sosial, Serbu Kampung juga akan menghadirkan hiburan musik dangdut yang pastinya akan menggoyang warga setempat dan sekitarnya. Pada masing-masing episode, akan ada empat penampilan penyanyi dangdut yang terdiri dari dua artis KDI dan dua penyanyi dangdut terkenal.

Di episode perdana, 5 Juli 2008 lalu, Serbu Kampung menyerbu dan membantu warga di daerah Lubang Buaya, Pondok Gede melalui bantuan fogging/penyemprotan demam berdarah. Warga yang tinggal di lokasi tersebut juga akan dihibur dengan hadirnya artis-artis dangdut ibukota, seperti Cintya Sari, Benigno, Monica KDI, Wulansari KDI, dan Ella Latah.

Melalui program Serbu Kampung, TPI berharap acara ini dapat menggugah dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak yang ingin membantu dan mengulurkan tangannya untuk membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung dan membutuhkan bantuan. [HDS/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/12/index.html

05 Juli 2008

TV Merebut Simpati Anak-anak

Susi Ivvaty - Saat libur sekolah tiba, stasiun televisi seperti biasa meluncurkan program baru, bersaing dengan program-program anak di televisi berlangganan. Bahkan, tahun ini stasiun televisi melengkapi dengan program off air seperti "Summer Holidays with SCTV and Dinosaurs" persembahan SCTV atau "Doraemon Dreamland" yang disponsori RCTI.

"Doraemon Dreamland" di Balai Kartini, Jakarta Selatan, yang berakhir tanggal 29 Juni 2008, terus dipadati pengunjung. Dengan membayar tiket Rp 125.000, anak-anak bisa bermain di arena balon dan menonton operet Doraemon dengan pemain boneka-boneka yang ada di kartun Doraemon, yakni Nobita, Suneo, Sizuka, Giant, dan Doraemon sendiri.

Acara ini makin mengukuhkan pamor program film animasi Doraemon yang disiarkan RCTI setiap Minggu pukul 08.00. Doraemon di RCTI selama 18 tahun hampir tidak pernah mendapat rating rendah.

"Summer Holidays with SCTV and Dinosaurs" di Plaza Tenggara Senayan, Jakarta, berlangsung dari tanggal 21 Juni hingga 20 Juli 2008. Makhluk yang hidup di zaman Mesozoikum yang pernah menjadi bintang dalam film Jurrassic Park ini diusung langsung dari Universal Studios di Los Angeles, California, Amerika Serikat.

Dengan tiket Rp 120.000-Rp 150.000, anak-anak bisa melihat keunikan beragam robot dinosaurus. Salah satunya adalah Tyranosaurus Rex atau yang lebih akrab dikenal dengan T-Rex. Anak-anak juga berkesempatan menjajal sebagai presenter di studio mini Liputan 6 SCTV.

Maskot baru

Untuk program on air, "persaingan" tak kalah seru. Stasiun antv pada liburan tahun ini menciptakan tiga karakter boneka sebagai maskot, yakni Mouchu (anak tikus), Cik Cik (anak ayam), dan Ciul (anak ulat). Tiga karakter ini akan menjadi ikon dalam program liburan antv bertitel "Star Kids? Ya Iyalaah!"

"Tiga karakter ini asli ciptaan antv," kata Mila Lubis, Manajer Publisitas antv. Mouchu, Cik Cik, dan Ciul bersama presenter Asti Ananta akan mengantarkan semua acara yang ada di "Star Kids? Ya Iyalaah!" yang ditayangkan setiap hari pukul 06.30-09.30 dan Senin-Jumat pukul 12.00-14.00. Hampir semua acara pengisi liburan sudah ditayangkan. Beberapa program berakhir pada Minggu, 6 Juli ini, yakni serial "Astro Boy", "Curious George", dan "The Land Before Time".

Meski demikian, Cik Cik, Ciul, dan Mouchu akan tetap menjadi maskot di setiap acara anak-anak di antv. Karakter-karakter ini pura-puranya mempunyai riwayat hidup. Mouchu, misalnya, numpang lahir di London tanggal 17 Juni 1998 dan setelah itu pergi ke Jakarta. Makanan kesukaan es krim, spaghetti, dan sama sekali tidak menyukai sayur. Ia mengidolakan Harry Potter dan Cristiano Ronaldo.

Cik Cik bernama lengkap Slamet Rohmadi Cahyo Septian Egon Cikovski Anggira Romadhona Syahputra III. Panjangnya.... Boneka anak ayam ini lahir di Jakarta, 26 Juni 2000, dan suka membaca komik serta mengidolakan Justin Timberlake, Beyonce Knowles, serta Agnes Monica.

Bagaimana dengan Ciul? Kelahiran Jakarta, 25 November 1997, ini menyuka cap cay dan paling suka main monopoli, catur, serta scrabble. Ia mengidolakan Deddy Mizwar, Beethoven, Al Gore, dan SBY. "Cerita tentang tiga boneka itu kami rancang bersama tim," terang Mila.

Futuristik

Televisi Pendidikan Indonesia menyuguhkan beberapa sinetron bertema fiksi ilmiah yang futuristik. "Si Ufo", yang mulai ditayangkan 6 Juli 2008 dan akan diputar setiap Senin-Jumat pukul 16.00, berkisah tentang makhluk planet X yang tersesat. Saat itu, si Ufo sedang kebut-kebutan dengan piring terbangnya dan terperosok di pohon toge milik Emak Rodiah.

Ketika sedang mengisi baterai piring terbang, si Ufo memprogram dirinya menjadi anak kecil menyerupai Ahmad Fouzi, anak Emak Rodiah yang telah lama hilang.

Sinetron lain, "Klik-klik Bamba", yang diputar mulai 30 Juni 2008 tiap Senin-Jumat, menceritakan profesor Hasan yang menciptakan remote pengontrol sistem kehidupan manusia. Remote itu dititipkan kepada Juki. Prof Hasan berpesan agar Juki menjaga remote itu dan digunakan untuk kebaikan.

Selain fiksi ilmiah, TPI juga memutar sinetron bertema dongeng. Misalnya, anak miskin dan pintar serta suka menolong. Tema ini diwakili sinetron "Dul Badut".

Banyak pilihan program untuk mengisi liburan, yang tetap akan berlanjut meski masa liburan usai. Bagi keluarga yang tidak merencanakan pelesir ke luar kota, berbagai program televisi bisa menjadi alternatif. Kalau ternyata jelek-jelek? Ya sebaiknya pindah saluran, misalnya ke saluran televisi berlangganan. Bosan dengan acara yang itu-itu saja? Ada pilihan lain, yakni mematikan televisi.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/06/01583840/merebut.simpati.anak-anak

30 Juni 2008

Tayangan Piala Eropa - Pemirsa Laki-laki Meningkat 128 Persen

Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat.

[JAKARTA] Tayangan sepakbola masih menjadi ton- tonan favorit pemirsa laki-laki. Pada musim Piala Eropa 2008, pemirsa laki-laki yang menyaksikan tayangan sepakbola semakin meningkat. Dibanding Piala Eropa 2004, kenaikan penonton laki-laki saat tayangan siaran langsung Piala Eropa 2008 di stasiun RCTI, TPI dan Global TV meningkat hingga 128 persen.

Berdasarkan data AGB Nielsen dengan basis survei di Jakarta dan sekitarnya, Bandung, Surabaya serta Yogyakarta hingga babak final 23 Juni lalu tayangan ini menyedot perhatian laki-laki dengan kategori usia 20 tahun ke atas, kelas menengah yang pengeluaran rutin bulanan rumah tangga di atas Rp 700.000. Sementara remaja laki-laki usia 15-19 tahun memilih menonton siaran ulangnya di pagi, siang ataupun malam hari.

Sementara itu, dibandingkan dengan Piala Eropa 2004, tahun ini menarik banyak pemirsa laki-laki yang ditayangkan pada waktu yang sama, yaitu sekitar pukul 06.00- 07.00 WIB dan 22.00-23.00 WIB. Di dalam kelompok ini, ada total penambahan pemirsa hingga 128 persen atau menjadi 1,2 juta penonton dibandingkan siaran langsung Piala Eropa 2004 yang hanya berjumlah 932.000 penonton.

Target pemirsa ini juga terlihat lebih banyak dibandingkan periode tayangan reguler yang terutama tampak pada saat Piala Eropa 2008 disiarkan secara langsung. Kenaikan penonton laki-laki usia 20-an ini bahkan meningkat tiga kali lipat dari periode tayangan reguler yang biasanya menghadirkan program musik atau film laga sebagai tayangan favorit yang mereka tonton.

Beberapa pertandingan yang paling banyak ditonton oleh laki-laki 20-an ini adalah pertandingan babak penyisihan grup yang terutama ditayangkan antara pukul 23.00 sampai 01.00 dini hari. Di antaranya adalah Italia vs Rumania dengan rating 3,8 dan share 18,8, Kroasia vs Jerman dengan rating 3,6 dan share 20,1 pada 13 Juni 2008 pukul 23.00-01.00 dan Prancis vs Italia pada dengan rating 3,6 dan share 51,3 pada 18 Juni 2008 pukul 01.30 - 04.00 WIB.

Menarik Penonton

Share adalah sebutan untuk presentasi dari besarnya pemirsa potensial (yang sering menonton) yang menonton program tertentu pada periode waktu yang sama.

Rating yang biasanya dikenal orang sebagai peringkat sebenarnya adalah presentase dari suatu populasi atau target populasi yang menonton program tertentu pada periode waktu tertentu.

"Lebih dari 50 persen penonton TV memasang mata untuk Prancis vs Italy yang ditayangkan pada dini hari. Selain karena mereka termasuk tim besar, kompetisi antarprogram sudah berkurang sehingga mampu menarik penonton yang cukup besar," ungkap Associate Director Marketing and Client Service AGBNielsen, Hellen Kathe- rina. [DGT/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/30/index.html