Tampilkan postingan dengan label SINETRON. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SINETRON. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2008

Para Pencari Tuhan Berlanjut

Sinetron ini menduduki posisi teratas tontonan yang paling disukai pemirsa selama Ramadhan

Bang Jack (Deddy Mizwar) sudah merasa terlalu tua untuk menangani semua urusan. Karena itulah, ia bermaksud menyerahkan estafet kepada tiga mantan narapidana yang merupakan anak didiknya, yakni Barong (Aden), Juki (Isa), dan Chelsea (Melky), untuk mengurus Mushala At-Taufiq. Ia mengajari ketiga pria ini memandikan jenazah, menjadi imam shalat, mengelola pengajian, dan acara keagamaan yang berhubungan dengan orang banyak. Di sisi lain, Bang Jack berniat menunaikan ibadah haji. Manusia berencana, Tuhan yang menentukan.

Itulah garis besar kisah dalam sinetron Para Pencari Tuhan (PPT) 2 yang telah berakhir pada Selasa (30/9) lalu. PPT 2 yang tayang di layar SCTV sejak Sabtu (30/8) ini hadir setiap hari selama bulan Ramadhan, pukul 03.00 WIB, kemudian ditayangkan ulang sore harinya pukul 18.00 WIB.

''Kisah PPT 2 ini memang seru, menggelitik, kocak, menghibur, dan menyentuh serta tentu saja sarat dengan pesan-pesan moral,'' ujar Budi Darmawan, humas SCTV, mengenai sinetron berdurasi 1,5 jam itu. Disebutkan, keunggulan PPT 2 dibanding sinetron religi lainnya karena lekat dengan cerita sufi pencarian format hidup ideal yang religius dari berbagai kalangan yang percaya Tuhan, mulai dari penjahat hingga ulama sekalipun. ''Adegan tayangan ini mengambil latar kehidupan kaum urban Jakarta,'' kata Budi menambahkan.

Teratas
Sinetron bergenre komedi religi produksi oleh PT Demi Gisela Citra Sinema dan disutradarai oleh Deddy Mizwar ini penuh dengan pesan agama yang disampaikan secara ringan sehingga tidak terkesan menggurui. ''Selama Ramadhan lalu, PPT 2 berhasil menduduki posisi teratas untuk seluruh acara televisi,'' paparnya. Kehadiran tokoh baru, Baha (Tora Sudiro) yang bertato dan pemabuk, menambah nilai lebih untuk sinetron ini. Katanya, sejak awal penayangannya, PPT memang langsung menyita perhatian pemirsa televisi ini, seperti juga halnya PPT 1.

Hal itu, lanjut dia, setidaknya bisa diketahui dari raihan rating dan share tontonan ini. Data AGB Nielsen menyebutkan bahwa PPT 2 menduduki posisi teratas untuk seluruh acara televisi selama Ramadhan dengan meraih share di atas rata-rata 30 persen dan disaksikan oleh pemirsa pria dan wanita dari hampir semua kelompok umur.

Melihat sukses yang diraih oleh tontonan ini, SCTV pun berencana akan melanjutkan ceritanya pada Ramadhan tahun depan. ''Kesuksesan PPT 1 dan 2 tentunya menjadi fondasi penting untuk menyajikan kembali sekuel PPT pada Ramadhan tahun depan. Kita tunggu saja Ramadhan depan, tentunya dengan cerita dan kisah yang lebih seru dan kocak lagi,'' ujar Budi. Disebutkan bahwa pemirsa juga sangat menginginkan adanya kelanjutan dari PPT 2 ini.

Namun, ia belum bisa memprediksi seperti apa lanjutan dari perjalanan hidup Bang Jack dan ketiga anak buahnya yang mantan narapidana itu. ''Kemungkinan besar, para bintangnya masih mereka. Tapi, seperti apa lanjutan ceritanya, kita belum tahu,'' ujarnya. ruz

http://www.republika.co.id/launcher/view/mid/22/kat/43/news_id/7028

29 Agustus 2008

Program Ramadan Televisi: Tayangan Sinetron Mendominasi

sinemart - Sinetron �Assalamualaikum Cinta�.

Sejumlah stasiun televisi mulai menayangkan program-program acara menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1429 H. Meskipun hampir semua menyediakan program religi, tayangan sinetron masih mendominasi. Indosiar, RCTI, SCTV, dan TPI menayangkan beberapa sinetron bertema Ramadan. Sementara ANTV dan Trans 7 lebih mengandalkan musik dan komedi.

Tahun ini, SCTV sudah menayangkan lima sinetron andalan bertema Ramadan, yakni Annisa, Zahra, Rinduku CintaMu, Para Pencari Tuhan 2 dan Kurma.

"Pada Ramadan 1429 Hijriah, warna program spesial Ramadan di SCTV memang didominasi oleh tayangan sinetron. Kami ingin menemani pemirsa menjalani bulan puasa dengan tayangan-tayangan hiburan yang kondusif," kata Manager Public Relation SCTV, Budi Darmawan, di Jakarta, baru-baru ini.

Dua program utama saat menjelang dan setelah buka puasa adalah sinetron Annisa dan Zahra, produksi MD Entertainment. Sinetron Annisa yang dibintangi Ocean Alagia, Shireen Sungkar, Fanny Bauty, Poppy Bunga, Vicky Burky, Eva Anindhita, dan Bayu Septi ini berkisah tentang gadis piatu bernama Annisa yang tinggal di pesantren.

"Selain lima sinetron itu, SCTV juga akan menayangkan program spesial lain, seperti Nikmatnya Ramadan, dan siaran langsung Konser Ramadan di empat kota pada tengah malam. Khusus untuk santap sahur, kembali kita juga akan menghadirkan acara Para Pencari Tuhan 2 sebagai program utama di saat sahur," katanya.

Sementara itu, penggarap sinetron Para Pencari Tuhan 2, Deddy Mizwar, yang ditemui di tempat yang sama mengatakan sinetron ini mengangkat kisah-kisah nilai agama, sehingga dapat menjadi teman yang asyik bersantap sahur. Meskipun demikian, untuk menyelesaikan episode sinetron ini, bukanlah pekerjaan tidaklah mudah.

"Pada tahun yang lalu saja, dari 32 episode yang direncanakan, saya hanya mampu menyelesaikan sebanyak 25 episode. Karena itu, pada tahun ini tidak muluk-muluk dengan menampilkan hanya 25 episode, seperti tahun lalu," ucapnya.

ANTV - Komedi �Tawa Sutra XL�.

Dok.Trans7 - Talk show �Ada Surga di Sekolahku�.

Hampir Serupa

Sementara itu, stasiun RCTI juga mengemas beberapa sinetron sebagai tayangan Ramadan. Kali ini, mereka menyuguhkan tiga sinetron sebagai unggulan antara lain: Assalamualaikum Cinta, Faiz dan Faizah, serta Aqso dan Madina. Sinetron Assalamualaikum Cinta dibintangi Nirina Zubir Junior Alice Norin dan Richard Kevin.

Untuk menyambut Ramadan, stasiun televisi Indosiar mengemas tayangan bertema "Ramadhan Penuh Berkah' Beberapa program yang akan ditayangkan diantaranya berupa empat sinetron, yang diikuti Kuis Sinetron Spesial, Super Talent Show, Variety Show, dan Program Siraman Rohani. Berbeda dari tahun lalu yang hanya menampilkan satu sinetron, tahun ini Indosiar menayangkan empat sinetron sekaligus yang diputar di jam-jam prime time.

Ada juga sinetron Muslimah, yang tayang setiap hari mulai 1 September dan dibintangi oleh artis ternama seperti Titi Kamal, Okan Kornelius, dan Tya Restyana. Indosiar juga masih punya sinetron Jihan dan Syarifah yang akan menyemarakkan suasana Ramadan.

Indosiar menayangkan pula acara dakwah dan musik yang menampilkan dai-dai kondang, seperti Ustadz Jefry Al Buchori, Ustadz Subki Al Bughuri akan memenuhi acara Tabligh Akbar Bulan Penuh Berkah. Acara tersebut dilaksanakan di empat kota besar (Medan, Palembang, Pekan Baru, dan Lampung) dengan artis-artis pendukung akan dilibatkan, seperti Ungu, Raihan, dan Opick.

Sementara itu, stasiun TPI menayangkan program variety show terbaru Awas Kalo Ngga Lucu yang ditayangkan menjelang santap sahur yakni pukul 03.00 WIB. Dilanjutkan dengan acara 142,9 FM yang ditayangkan setiap hari pukul 05.00 WIB. Pada sore hari, pemirsa TPI yang tengah menantikan saat berbuka puasa akan dihibur dengan sinetron musikal Ramadan yang diperankan oleh Gita KDI berjudul Calon Pengantin, setiap hari pukul 18.00 WIB. Lalu setiap hari Kamis, pukul 22.30 WIB, pemirsa akan dihibur dengan penampilan bintang-bintang dan band-band ternama dalam acara Musik Asyik Ramadan.

"Menyambut datangnya bulan Ramadan yang penuh berkah ini, serangkaian program bernuansa religius akan disajikan selama satu bulan penuh. Semoga tayangan spesial TPI kali ini dapat membuat Ramadan tahun ini lebih bermakna terutama bagi pemirsa yang tengah menjalankannya," tutur Chief Executive Officer TPI Artine S Utomo.

Sementara itu, selama bulan Ramadan, ANTV menghadirkan pula program-program khusus dengan tema "Indahnya Ramadhan". Stasiun ini mempersembahkan lima program komedi : Sambil Buka Yuk! (SBY) pukul 17.00 WIB, Pasrah - Pas Ramadhan Dapat Berkah pukul 18.30 WIB, Bajaj Bajuri pukul 19.00 WIB, Cagur Naik Bajaj pukul 20.00 WIB, dan Tawa Sutra XL pukul 21.00 WIB

"Kami sengaja menayangkan ulang program Cagur Naik Bajaj menjelang sahur. Sebagai salah satu program andalan ANTV, itu dilakukan untuk memenuhi keinginan pemirsa yang belum sempat menontonnya di malam hari," tutur General Manager ANTV, Reva Dedy Utama.

Selain program komedi, ANTV juga kembali menghadirkan Ramadhannya Farhan, sebuah program berdurasi 30 menit yang tayang setiap hari pukul 16.30 - 17.00 WIB, berisi perbincangan tentang kisah religius selebritis dan mualaf yang akan dibahas dari sudut pandang Islam. Dalam tiap episode, Farhan akan ditemani oleh seorang ustadz dan dua selebriti dengan kisahnya masing-masing.

"Untuk memanjakan pemirsa, ada juga kuis interaktif yang hadir tiga kali menjelang berbuka puasa dan satu kali di waktu sahur dengan hadiah ratusan juta rupiah," ujar Dedy.

Di pihak lain, Trans 7 mempersembahkan beberapa program hiburan. Program hiburan ini dikhususkan untuk menemani hari-hari pemirsa. Beberapa program yang akan hadir selama satu bulan penuh yakni, Empat Mata Sahur Seru, Komedi Lawak, Ada Surga di Sekolahku, Musik Berbuka, Konser Ramadan dan Empat Mata Spesial Lebaran.

"Ramadan ini merupakan momentum sangat tepat bagi Trans7 untuk melakukan perubahan-perubahan ke arah lebih baik. Oleh karena itu pada kesempatan tahun kedua ini, Trans7 akan menyajikan program yang lebih baik dari tahun lalu," ujar Kepala Divisi Program Trans7, Ferizoo Irwan kepada wartawan, baru-baru ini. [DMF/YRS/N-5/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/08/29/index.html

05 Agustus 2008

Audisi Berat Calon Bintang Ketika Cinta Bertasbih

DEPOK - Film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) sepertinya menjadi film dengan audisi pemain paling sulit. Selain punya kemampuan akting, calon pemeran harus melewati pendidikan sebelum keputusan final menentukan lima pemain utama KCB.

Pendidikan itu tidak ringan. Ada berbagai pembekalan, khususnya bersifat religi, yang diberikan oleh instruktur. Mulai motivasi diri oleh ESQ, siraman rohani dari ustad Yusuf Mansyur dan Astri Ivo, materi dari Cece Kirani, serta pembekalan entrepreneurship oleh beberapa pengusaha muda. Termasuk, salat berjamaah, zikir bersama, dan baca Alquran. Selain itu, ada materi akting dari juri sekaligus pengajar yang terdiri atas Didi Petet, Neno Warisman, dan sutradara KCB, Chairul Umam.

Dari rangkaian pendidikan tersebut, hari ini akan ditentukan siapa yang berhak memerankan tokoh utama film saduran novel karya Habiburrahman El Shirazy alias Kang Abik itu.

Mayoritas peserta berasal dari luar kalangan artis. Namun, ada juga selebriti ternama yang ikut audisi. Seperti, Dude Herlino, Alice Norin, Zaskia Ady Mecca, dan Alyssa Soebandono.

Bagi Dude, mengikuti audisi KCB sangat menyenangkan. Padahal, dia harus berbagi waktu dengan jadwal syuting sinetron yang membuatnya jadi kurang tidur. "Insya Allah, masuk atau nggak masuk seleksi, keterlibatan saya di sini memberikan support untuk teman-teman lain. Insya Allah ada manfaatnya," harap dia di sela audisi yang berlangsung di Pusdiklat PPPPTK Sawangan, Depok, Jawa Barat, kemarin (5/8).

Sebelumnya, Dude juga antre untuk mengadu nasib agar bisa ikut bermain di film KCB. Tahap awal seleksi, dia lolos. Lantas, dia masuk tahap berikutnya dan tinggal menunggu hasil. "Saya coba (casting, Red) jadi Azzam (tokoh pria utama KCB, Red)," ucapnya.

Sebenarnya, kata Dude, berat memerankan Azzam. Terlebih, Kang Abik menginginkan pemeran Azzam mendekati karakter Azzam dalam novel. "Yang bikin berat adalah basic ilmu yang Azzam punya. Background-nya dari Kairo, punya ilmu-ilmu Islam yang baik, tahu tafsir Alquran, bisa bahasa Arab dan Jawa. Itulah yang belum saya punya dan harus saya pelajari," ungkapnya.

Selebihnya, Dude merasa punya kesamaan dengan Azzam, terutama soal kemandirian. Yakni, bekerja di usia muda agar bisa menghidupi diri dan mengurangi beban orang tua. "Kalau Azzam bekerja sambil belajar, saya belum sempat," imbuhnya.-- Jawa Pos, Rabu, 06 Agustus 2008

25 Juli 2008

"Sinetron Interaktif" Coba Rebut Perhatian Pemirsa

Istimewa - Proses pengambilan gambar sinetron �Live Action�.

[JAKARTA] Di tengah-tengah maraknya tayangan sinetron, "sinetron interaktif" mulai diminati pemirsa. Sinetron yang mengajak pemirsa untuk menentukan alur cerita ini memiliki rating lumayan. Setidaknya, itu yang pernah terjadi pada sinetron Live Action yang ditayangkan stasiun SCTV.

Manajer Humas SCTV, Budi Darmawan, menjelaskan sinetron interaktif adalah sebuah alternatif bagi para penggemar, untuk mengajak mereka terlibat dalam tayangan tersebut. Karena, pada bagian akhir, pemirsa diberi kesempatan menentukan jalan ceritanya melalui telepon interaktif.

Sinetron Live Action memang berbeda dengan format sinetron umumnya. Sinetron ini tidak hanya menyuguhkan sebuah kisah, tapi juga menampilkan kuis interaktif yang dipandu pembawa acara. Semua kisah yang ditampilkan dalam sinetron itu dilakukan secara langsung (live), sehingga tidak ada proses editing, rekaman, atau efek tertentu. Menjelang bagian akhir, pemandu acara menghentikan sejenak alur cerita dan memberi kesempatan kepada pemirsa untuk menentukan akhir cerita. Para kru di belakang layar menyiapkan dua pilihan yang akan ditentukan oleh pemirsa.

"Dengan cara ini, para pemirsa tidak hanya menikmati setiap kisah yang disajikan, tetapi juga diajak untuk berperan layaknya seorang sutradara," ujar Arie Dagienkz, yang berperan sebagai pembawa acara dalam sinetron itu.

Format sinetron Live Action sebelumnya pernah ditayangkan SCTV, dengan judul Empat Dara sejak Mei 2008. Sinetron itu memiliki rata-rata share 13,1 menurut survei AGB Nielsen. Rencananya, sinetron itu akan dikemas ulang dengan judul Live Action, menampilkan aktris Dwi Putrantiwi, Hesti Purwadinata, Vivi Rahmawati, dan Junita.

Sutradara Live Action, Jonggi Sihombing, menjelaskan sinetron tersebut akan mengisahkan sebuah kisah komedi romantis dalam setiap episodenya. Keempat pemeran wanita itu akan ditemani bintang tamu untuk menggulirkan setiap kisah.

"Kenapa sinetron? Tidak komedi sekalian? Karena, kami memang ingin merebut pasar sinetron. Tayangan ini terbukti masih digemari banyak orang. Dan kami coba menampilkan sesuatu yang berbeda," ujar Jonggi, di Jakarta, Senin (21/7).

Untuk menampilkan kualitas sinetron yang prima, Jonggi mengaku harus menampilkan aktor dan aktris yang berakting baik. "Kami melakukan casting yang maksimal untuk mendapatkan pemain yang baik. Mereka dituntut untuk tidak melakukan kesalahan karena tidak ada proses editing dan rekaman. Mereka juga harus siap dengan alternatif pilihan pemirsa," Jonggi menambahkan. [K-11]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/07/24/index.html

03 Juli 2008

Cinta-Alyssa Jadi Miskin - Dalam Sinetron Upik Abu dan Laura

Dua aktris muda berbakat, Alyssa Soebandono, 16, dan Cinta Laura, 14, berakting bersama dalam sinetron Upik Abu dan Laura. Bagi Cinta, itu merupakan sinetron pertamanya di SinemArt sejak pindah rumah produksi dari MD Entertainment. Bagi Alyssa, sangat mungkin itu menjadi sinetron terakhirnya.

Alyssa saat ini sudah diterima sebagai mahasiswi International Baccalaureate Diploma (IB Diploma). Semester awal (pertama dan kedua) akan dijalani Alyssa di Jakarta International College. Pada semester ketiga dan seterusnya, pendidikan berlanjut di Monash University, Melbourne, Australia. Itu artinya, selama tiga sampai empat tahun, gadis berambut panjang tersebut akan berada di sana. ''Kebetulan ada rumah bude (di Australia),'' ucapnya saat ditemui di lokasi syuting Upik Abu dan Laura di Cirendeu, Tangerang, kemarin (3/7).

Menurut dia, jadwal kuliah akan sangat padat. Kalaupun liburan ke Indonesia, dia tak bisa berlama-lama. Maka, dia tidak yakin akan cukup waktu untuk syuting saat liburan. ''Sangat mungkin ini akan jadi sinetron terakhir aku,'' ungkapnya.

Selain itu, saat di Australia Alyssa berusaha magang. ''Tabungan (hasil akting) tetap disimpan sama mama. Di sana aku pingin mandiri dan cari pengalaman. Terserah kerja apa, mau jaga toko, restoran, apa saja yang penting halal,'' ucapnya. Sebab, kata dia, magang minimal 150 jam menjadi salah satu syarat kelulusan kuliahnya.

Bagi Alyssa, pendidikan memang paling utama. Sebelumnya, pemilik lesung pipit itu cuti syuting selama enam bulan karena fokus ujian nasional. ''Ini baru syuting lagi. Senang rasanya. Tapi, buat aku kerja ya kerja, tapi jangan sampai mengganggu sekolah. Sudah konsekuensi,'' ujar gadis yang lulus SMA Global Jaya usia 16 tahun, lebih cepat dua tahun dibanding kebanyakan orang, itu.

Berbeda dengan Cinta. Bagi dia, peran sebagai Laura di sinetron itu adalah akting pertamanya dengan rumah produksi baru. ''Aku jadi orang kaya banget, suka shopping, traveling. Tapi, nanti ada adegan diusir papaku, terus tinggal di rumah Upik (diperankan Alyssa) yang miskin, lama-lama aku jadi mature,'' jelasnya.

Berakting sebagai orang miskin, meski tidak sepenuhnya, menjadi tantangan tersendiri bagi Cinta. Sebab, selama ini dia identik sebagai orang kaya. ''Ada adegan disuruh menyapu dan menimba air. Awalnya, dia nggak tahu, apa itu nimba? Terus kami tunjukkan sumur dan caranya,'' kata Desiana Larasati, sang sutradara sinetron yang tayang di RCTI itu.- jawa pos 4 juli 2008

28 Juni 2008

Rating acara SCTV (Iklan di Kompas 29 Juni 200)


Herdiyana Yakin Cinta Laura tak Salahi Kontrak Kerja

DIGUGAT Rp 2 miliar, artis Cinta Laura Kiehl (14) tenang-tenang saja. Cinta pun tetap menjalani kesibukannya sebagai pemain sinetron dan film. Tetapi, bukan berarti dia tak waspada. Pengacara Ruhut Sitompul telah diminta untuk mendampinginya di meja hijau, kelak.

"Cinta sama sekali tidak terganggu dengan gugatan itu. Dia masih anak 14 tahun yang tetap sibuk syuting sinetron," kata Herdiyana, ibu kandung Cinta Laura, saat dihubungi Warta Kota Jumat (27/6) malam.

Cinta digugat oleh MD Entertainment lantaran dituding telah menyalahi kontrak kerja (wanprestasi). Aktris kelahiran Jerman 17 Agustus 1993 itu pindah dari MD Entertainment ke rumah produksi SinemArt sebelum masa kontraknya habis. Rumah produksi yang telah mengorbitkan segudang bintang baru itu pun mengirimkan surat teguran sampai somasi kepada Cinta.

Karena surat teguran dan somasi itu tak kunjung ditanggapi, MD Entertainment menggugat Cinta. Gugatan didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu (25/6) dan dicatat dengan nomor perkara 208/Pdt.G/2008/PN Jakpus.

"Jadi, kami menganggap tidak ada iktikad baik dari pihak Cinta Laura," ujar Elza Syarief, kuasa hukum MD Entertainment, dalam jumpa pers di Gedung Artha Graha, SCBD, Jakarta Selatan, Kamis (26/6) malam. Menurut Elza, ada 52 episode sinetron Bidadariku garapan MD Entertainment yang seharusnya diselesaikan Cinta Laura namun tak dilakukan oleh yang bersangkutan. Karena pelanggaran itu, Cinta digugat Rp 2 miliar!

Ada tiga poin dalam gugatan itu, yakni menyelesaikan kontrak eksklusif yang sudah ditandatangani, membayar kerugian materil dan immateril, serta pemutusan hubungan kerja dengan SinemArt dan penghentian sinetron Barbie Girl.

Pada gugatan tersebut, Herdiyana menjadi tergugat pertama, Hermawan yang manajer Cinta Laura menjadi tergugat dua, dan rumah produksi SinemArt menjadi tergugat tiga.

Akan tetapi, Cinta Laura justru menganggap gugatan itu hanya sebatas gertakan. Sedangkan Herdiyana menyatakan heran atas sikap MD Entertainment yang memilih menyelesaikan persoalan itu melalui jalur hukum. "Tadinya kita ini bersahabat. Tetapi kok malah jadi seperti ini. Kalau masih ada jalan damai, saya akan tempuh itu," katanya.

Meski begitu Herdiyana juga akan menghadapi gugatan itu. Sebab, dia yakin putrinya tidak menyalahi kontrak kerja. Cinta, ungkapnya, memang pernah menandatangani kontrak eksklusif untuk sinetron Cinderella sebanyak 310 episode pada 19 Desember 2006. "Kontrak kerja sinetron Cinderella sudah beres," katanya.

Sebelum itu, Cinta menandatangani kontrak kerja untuk sinetron Bidadariku pada 14 November 2006. Salah satu klausul adalah masa kontrak kerja akan berakhir apabila telah terlampaui waktu 1,5 tahun. Artinya, kontrak kerja itu berakhir pada 14 Mei 2008. "Setelah kontrak selesai, terserah kan mau pindah ke mana," kata Herdiyana.

Selama bernaung di rumah produksi MD Entertainment, Cinta bermain dalam film layar lebar, miniseri, hingga film televisi (FTV). Herdiyana menolak jika Cinta menjadi terkenal karena peran besar MD Entertainment. "Saya sering berterima kasih atas kebaikan MD yang telah membuka jalan untuk Cinta. Tetapi Cinta seperti sekarang ini karena hoki dan daya tarik Cinta," katanya.

Herdiyana menambahkan, begitu kontrak dengan MD Entertainment selesai, Cinta menandatangani kontrak yang baru dengan rumah produksi SinemArt pada 20 Mei 2008. Dengan SinemArt itu Cinta rmain dalam sinetron Barbie Girl sebanyak 208 episode yang kini ditayangkan RCTI.-

21 Juni 2008

Sinetron "Cinta Fitri 2" - Puluhan Guru Datangi Lokasi Syuting

[JAKARTA] Syuting sinetron SCTV Cinta Fitri 2 menyedot perhatian masyarakat. Sebanyak 36 guru sekolah holistik pendidikan usia dini "Semai Benih Bangsa" (SBB), mendatangi lokasi syuting Cinta Fitri 2 di kawasan Jalan Galunggung, Cinere, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Menurut Senior Manager Humas SCTV, Budi Darmawan, kunjungan merupakan bentuk penyegaran ditengah padatnya pelatihan para guru dan sebagai jumpa fans. Pundi Amal SCTV memfasilitasi para guru dari berbagai daerah, berangkat ke Jakarta untuk memperoleh pelatihan guru sekolah holistik anak usia dini (4-6 tahun) berbasis pembangunan karakter.

"Kunjungan ke lokasi syuting Cinta Fitri, menjadi hiburan tersendiri bagi para guru SBB. Hal itu diharapkan menjadi nilai tambah untuk membuka wawasan, sehingga mengetahui proses pembuatan acara drama di televisi," ujar Budi.

Sementara itu, sutradara Cinta Fitri 2, Encep Masduki, mengatakan dengan adanya komunikasi langsung dengan fans yang disertai diskusi seputar sinetron, pihaknya merasa mendapatkan masukan yang cukup berarti dalam memproses film ke depannya. Kritik dan saran dari guru menjadi modal berarti untuk memacu, karena jalur ceritanya semakin berat.

"Syuting sinetron Cinta Fitri season 2 hari ini, sudah memasuki episode yang ke 101. Memang prosesnya agak cepat, karena sesuai dengan kebutuhan. Cinta Fitri mengalami sedikit perubahan, tetapi untuk karakter Fitri sebagai pemeran tokoh utama yang lugu, tidak berubah dan tetap tahu, dirinya berawal dari desa terpencil di Wonogiri," jelas Encep di sela-sela diskusi.

"Season" 3 Menyusul

Sinetron Cinta Fitri 2 menggunakan sistem season. Rencananya akan dibuat sebanyak 200 episode, seperti yang cerita sebelumnya, bahkan season yang ketiga akan segera menyusul.

Hal tersebut karena sebelumnya mendapat respons luar biasa dari masyarakat. Alur cerita hampir sama disertai dengan konflik-konflik baru yang timbul dan tak jauh dengan keseharian masyarakat.

Encep mengakui, pihaknya tidak terfokus pada masalah rating saja, namun tetap membuat program acara yang benar-benar dapat diterima oleh masyarakat. Ketika tayangan telvisi tersebut menarik, secara otomatis rating pun tentunya akan ikut menaik juga. Pada minggu kedua bulan Juni 2008, rating sinetron Cinta Fitri 2 berada di posisi 4.

Sinetron yang tayang pada pukul 21.00 -22.30 WIB diramaikan dengan akting dari para artis senior maupun baru.

Pemeran Fitri yang diperankan oleh Shireen Sungkar seorang remaja putri, merasa sangat senang mendapat kunjungan dari guru yang selama ini dianggap sebagai panutan dan pembimbing di sekolah.

"Waktu kebanyakan saya habiskan di lokasi syuting. Jadi, saya manfaatkan bila ada waktu kosong, misalnya belajar untuk persiapan sekolah. Bila akan ada ujian, akan dicicil belajarnya. Di lokasi syuting tidak bisa konsentrasi, karena terganggu banyak hal. Karenanya lebih baik belajar di rumah saja," ungkap Shireen yang berharap agar bisa naik kelas nantinya. [HDS/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/21/index.html

18 Juni 2008

Nurul Arifin Prihatin Artis Instan

Banyaknya sinetron yang kejar tayang telah melahirkan bintang yang instan. Dan, seperti halnya sebuah industri, produk-produk yang dicetak secara massal dan serba cepat kualitasnya tentu kurang memuaskan.

Hal itu juga berlaku pada bintang sinetron saat ini. Bintang layar lebar, Nurul Arifin, mengaku prihatin dengan meraknya sinetron kejar tayang yang melahirkan banyak artis dadakan.

Disebutkan booming stasiun televisi swasta yang dibarengi dengan produksi sinetron besar-besaran memang memaksa pencetakan atau pengarbitan artis secara massal. Sekarang, lanjutnya, wajah cantik, ganteng, dan muda menjadi syarat penting dalam dunia hiburan. Namun sebaliknya, soal kualitas akting, dan idealisme bukan lagi menjadi syarat penting dalam ritme produksi film kejar tayang.

''Akan tetapi disayangkan, mereka (artis dadakan) itu akhirnya tidak memiliki posisi tawar di depan sutradara dan produser,'' katanya di Semarang, Jateng, Senin (16/6). Para artis karbitan itu, menurut dia, mengikuti saja kemauan sutradara, yang dituntun keinginan produser dan stasiun televisi.

Padahal, lanjut Nurul, banyak tayangan sinetron mengumbar adegan kekerasan verbal dan fisik. Andai para artis muda itu memiliki posisi tawar kuat, seharusnya berani menolak skenario seperti itu. ''Saya waktu dulu berani menolak adegan yang tidak sesuai dengan idealisme saya,'' kenang Nurul yang juga aktif membela kaum perempuan.

http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=338022&kat_id=383

14 Juni 2008

Sinetron Religi Populer Lagi?

sinemart - Sinetron �Hamba-hamba Allah�

Sukses film bernapaskan agama seperti Ayat-Ayat Cinta, Kun Faya Kun dan yang terbaru Mengaku Rasul rupanya menggugah pengelola stasiun televisi untuk menghadirkan sinetron sejenis. Apakah sinetron religius akan populer lagi?

Kali ini RCTI memproduksi sinetron berjudul Munajah Cinta, berikut menyusul yang terbaru sinetron Hamba-Hamba Allah (HHA). Tontonan yang bernapaskan agama Islam yang diproduksi Sinemart itu mulai menjumpai pemirsa Senin (9/6) pukul 18.00 WIB dan tayang terus setiap hari kecuali hari Minggu. Program ini menggantikan sinetron Gara-Gara Cinta yang habis masa tayangnya.

Salah satu motif atau tujuan yang hendak dicapai penayangan sinetron-sinetron seperti itu adalah menyemarakkan dan melebarkan syiar Islam. Para ulama pun tampil lewat sinetron-sinetron sejenis. Jika sebelumnya ada Ustaz Yusuf Mansyur pada sinetron Maha Kasih, kali ini pada HHA tampil Opick, penyanyi lagu-lagu Islami yang tersohor lewat tembangnya Tombo Ati. Hamba-hamba Allah adalah sinetron perdana dari penyanyi yang kini dipanggil ustaz itu karena memerankan sosok Ustaz Jaelani.

"Ini pertama kali main sinetron. Saya pikir ini adalah peluang untuk berdakwah, setelah sebelumnya itu saya lakukan di bidang musik, dan teater," kata Opick saat ditemui pada lokasi syuting di Kramat Ganceng, Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur baru-baru ini.

Demi mencapai tujuan dakwah itu Opick mengaku membuat perjanjian dengan pihak produser (Sinemart) untuk konsisten pada isi yang berbicara tentang bagaimana menghadapi persoalan hidup dari sisi agama Islam. HHA berkisah tentang perjuangan keluarga Imam (Teddy Syach) dalam menghadapi hidup.

"Di sinetron ini tak ada mobil yang mewah, rumah yang lux, atau yang serba wah. Tidak juga adegan cinta yang berlebihan. Di sini tampil gambaran kehidupan orang Indonesia yang sesungguhnya," tambah Opick.

Head of PR dan Promotion Department Sinemart Abdul Aziz menambahkan Hamba-hamba Allah merupakan cerita kehidupan keluarga yang sangat dekat dengan kondisi sebagian besar pemirsa Indonesia. Serial ini walaupun dengan pemeran tetap tapi setiap episode punya cerita sendiri.

"Yang menarik persoalan -persoalan dalam cerita disampaikan dengan cara yang ringan dan dapat diterima secara logika. Apalagi dengan adanya Opick yg menjadi tokoh ustadz yang menjadi tempat untuk orang-orang di sekitarnya mengadukan berbagai persoalannya, dan selalu diselesaikan dengan cara-cara dan nasihat-nasihat yang selalu berlandaskan agama yang dapat dicerna dengan mudah karena disampaikan dengan sederhana," tuturnya.

Sinetron berdurasi 60 menit itu didukung oleh artis-artis ternama seperti Dea Imut, Haykal Kamil, Teddy Syach, Astri Ivo, Rheina 'Ipeh', Iszur Muchtar, Joy Octaviano, Deni Malik, dan tentunya Opick.

RCTI mengakui bahwa kehadiran sinetron religi cukup sukses. Humas RCTI, Pudji Purnomo mengatakan, di luar dugaan Munajah Cinta kini menjadi salah satu tontonan favorit pemirsa RCTI. Sinetron ini masuk dalam jajaran 10 besar rating AGB Nielsen. [W-10]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/14/index.html

Sinetron "Saya Jameela", Kisah Derita Kawin Kontrak

multivision plus - Sinetron �Saya Jameela�

Setelah menuai sukses lewat sinetron sarat air mata Cinta Indah, rumah produksi Multivision Plus kembali mencoba peruntungan dengan tayangan sinetron baru berjudul Saya Jameela. Sinetron ini sudah tayang di RCTI sejak 9 Juni 2008 setiap Senin -Minggu setiap pukul 21.00 WIB. Saya Jameela masih berisi kisah penderitaan tokoh utama.

Nama Sandra Dewi tetap diusung sebagai pemeran utama. Kali ini Sandra tidak hanya diharapkan mampu berkarakter melankolis, tetapi juga menunjukkan sifat berani. Dia memerankan tokoh Jameela, yakni sosok gadis desa yang menentang tradisi kawin kontrak.

"Pesannya tetap pada intinya, sebuah perkawinan harus didasarkan cinta. Kalau kawin kontrak itu lebih kepada materi, mengesampingkan kemanusiaan dan harga diri perempuan sebagai istri," kata salah satu sutradara Saya Jameela, Irwan Ibon.

"Cerita ini pemberontakan karakter orang-orang di daerahnya. Jameela satu-satunya wanita yang berani kabur dari desa. Jadi keberaniannya adalah berani lari dari desa," tutur Irwan menjelaskan penokohan pemeran utama.

Irwan menambahkan, ide pembuatan sinetron ini berangkat dari film layar lebar berjudul Kawin Kontrak. Film yang juga diproduksi oleh Multivision Plus itu mengisahkan tiga pemeran utama laki-laki yang mencari gadis desa untuk dikawin kontrak.

Dalam film itu, ungkap Irwan, tema kawin kontrak dipandang dari sudut tradisi itu sendiri. Sementara dalam sinetron ini, tema yang sama dilihat dari sisi perempuan yang mengalami kawin kontrak.

"Di layar lebar lebih ke komedi, mahasiswa sehabis ujian, senang, melihat cewek diajak kawin kontrak. Film lebih dilihat dari sudut pandang kawin kontraknya," ujar Irwan.

Konflik cerita dalam sinetron ini, jelas Irwan, akan memuncak pada pertemuan Jameela dengan pemeran lainnya setelah dia meninggalkan desanya. Selain itu, sinetron ini juga akan mengangkat beberapa tokoh anak yang diharapkan mewakili penonton untuk kalangan remaja.

"Konfliknya saya belum bisa meraba, tapi baru sampai sini. Evan yang suka sama dia di Jakarta, pengusaha muda. Al-Fathir juga pengusaha, akhirnya jadi konflik," tambah Irwan.

Tidak Beda

Irwan mengakui sinetron ini tidak berbeda dengan sinetron lain yang juga diputar saat ini. Unsur drama, katanya, masih kuat mendominasi alur cerita. Namun, nilai jual sinetron ini bisa dilihat dari para bintang yang cenderung berusia dewasa.

"Kami coba menawarkan drama keluarga, seperti Cinta Indah. Jadi tetap lebih dewasa. Selain itu, nama Sandra Dewi juga sedang naik daun," ungkap Irwan.

Irwan juga menjanjikan akan menampilkan keindahan gambar dalam sinetron ini. Suasana pedesaan Subang akan disisipkan dalam sejumlah adegan di film ini. Sisi sosial sosok Jameela juga akan mewarnai sinetron ini. [NCW/U-5]

http://www.suarapembaruan.com/News/2008/06/14/index.html

Berpacu di Balik Layar Sinetron

Susi Ivvaty dan Lusiana Indriasari

Industri hiburan, yang melahirkan sinetron kejar tayang di layar kaca, membuat para pekerja di balik layar berpacu dengan waktu. Para perempuan yang makin banyak mengambil peran di jagat ini juga harus mengikuti irama yang menguras energi, kreativitas, dan kecintaan mendalam untuk menggaulinya.

Kalau tidak benar-benar mencintai pekerjaan ini dan hanya mau bekerja demi uang pasti akhirnya terpental," kata Lintang Pramudya Wardani (31), penulis skenario film televisi atau sinetron, soal pekerjaan yang ia geluti sejak tahun 2000 ini.

Hal sama dikatakan Cassandra Massardi (32), penulis skenario yang telah membuat belasan naskah untuk film televisi dan sejumlah skenario film layar lebar sejak tahun 1998. "Pokoknya memang enggak akan bisa punya waktu buat keluarga. Konsekuensinya begitu," kata Kasih, panggilan Cassandra.

Lintang dan Kasih merasakan betapa waktu berputar cepat ketika menulis naskah sinetron, apalagi untuk sinetron yang kejar tayang. Kasih harus mengirim satu naskah untuk satu episode setiap hari, misalnya untuk judul Culunnya Pacarku, Amanda, Inikah Rasanya, hingga Olivia.

Kalau pikiran buntu? "Ya harus dipaksa. Harus bisa. Kalau terlambat ngasih skenario, pengambilan gambar bisa batal dan rumah produksi bisa dituntut stasiun televisi. Penulis skenario bisa enggak dipakai lagi," tutur Kasih yang banyak membuat naskah untuk Rapi Films.

Lintang yang pernah membuat naskah sinetron untuk rumah produksi Rapi Films, Multivision Plus, Starvision, Prima, dan terakhir Sinemart pernah macet saat menulis. Akibatnya, hasil kurang memuaskan. Dari pengalaman itu, Lintang lantas mulai bekerja dalam tim bersama tiga teman.

Sewaktu pertama kali menulis naskah kejar tayang berjudul Wulan, Lintang dan timnya sampai menginap di apartemen milik Sinemart. Belakangan, ia makin bisa mengatur strategi. "Kami lebih bisa merencanakan. Menulis gantian dan bisa membuat stok," kata dia.

Berbeda dengan Lintang, Kasih bekerja seorang diri, tidak memakai tim. Jadi, ia harus berpikir cepat dan menulis cepat pula. Kalau ada pemain sakit, cerita mendadak harus diganti. "Sinetron Doo Bee Doo, tiap hari berganti tema dan harus lucu," kata Kasih, yang saat ini tengah menyutradarai film layar lebar Oh Baby produksi MD Entertainment.

Menjadi penulis skenario dan sutradara sinetron memang harus bisa bekerja dalam tekanan. Ninos Djoned (40), sutradara film televisi yang banyak dikontrak Multivision Plus, merasakan hal itu. Ia biasa dibebani waktu syuting singkat. Untuk satu sinetron lepas (tidak berseri), misalnya, ia diberi waktu enam sampai delapan hari syuting. Itu pun setelah ditawar dari permintaan semula yang hanya tiga hari.

Ninos mengakui, sinetron sejak beberapa tahun terakhir memang ngetren dengan sistem kejar tayang. Untuk mencapai target, kru produksi dan artis mulai bekerja dari pagi sampai malam. "Bisa mulai pukul enam pagi sampai subuh hari berikutnya," ujar dia.

Sejak kecil

Kasih, Lintang, dan Ninos memilih pekerjaan sebagai penulis skenario dan sutradara lantaran memang mencintai dunia ini, bahkan sejak kecil. Menurut Lintang, sebagai penulis skenario, syarat utama adalah suka menulis. Menulis memang sudah dilakukannya sejak sekolah dasar.

Lintang dulu kerap menulis cerita pendek untuk beberapa majalah. Cerpen pertamanya berjudul O-J-E-K dimuat di majalah Gadis. Cerpen Dunia di Balik Jendela Astrid yang dimuat Femina menarik perhatian pengamat film Marcelli. Ia menganjurkan agar Lintang memparafrasekan cerpen itu menjadi skenario dan diikutkan dalam lomba penulisan skenario Dewan Kesenian Jakarta 1998.

"Aku dapat juara harapan," kata Lintang yang waktu itu adalah mahasiswa Jurusan Film Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Skenario itu lantas dibeli Leo Susanto, bos Sinemart, senilai Rp 3,5 juta.

Sejak itu, ia terus menulis skenario. Berbagai judul dibuat, mulai Kala Cinta Menggoda, Me VS High Heels, Siapa Takut Jatuh Cinta, Bukan Cinderella, Wulan, hingga terakhir Munajat Cinta.

Kasih juga memulai karier dari dunia kepenulisan. Cerpennya, Kunci, dimuat di Kompas pada tahun 1998. Oleh Enison Sinaro, cerpen itu ditawarkan ke Rapi Films untuk dibuat skenario. Judul Kunci diubah menjadi Cinta Pertama. Sejak itu, ia banyak menulis naskah untuk sinetron. Sebenarnya, sebelum itu ia pernah menyutradarai film televisi berjudul Tujuh Bulan Sebelum Cinta, ditayangkan di TVRI tahun 1997.

Lain penulis lain sutradara. Ninos belajar langsung pada ayahnya, Darto Djoned, sejak tahun 1989. Ia memulai karier dari pencatat adegan, lalu asisten sutradara, ko-sutradara, dan sutradara. Waktu itu ia memang bekerja bareng ayahnya.

"Saya tertarik karena sering diajak Ayah ke lokasi syuting. Waktu itu namanya drama televisi," ujar Ninos, sutradara yang sangat kalem di lapangan. Begitu terjun langsung, ia tidak bisa berhenti. Sejumlah judul sinetron yang digarapnya antara lain Kejar Daku Kau Kutangkap, Menggapai Bintang, dan Kisah Sedih di Hari Minggu.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01534168/berpacu.di.balik.layar.sinetron


Honor,Bisa untuk Gantungan Hidup
Sejak booming pada tahun 1990-an, sinetron tidak ada matinya. Rating pernah menurun, digantikan variety show, reality show, atau acara musik, tetapi rating sinetron kembali naik dan hampir selalu berada di urutan pertama.

Jadi, apakah profesi awak sinetron, seperti penulis skenario dan sutradara, adalah profesi yang ideal untuk gantungan hidup? "Bisa, tetapi sekali lagi, tergantung pada seberapa besar energi dan kreativitas yang kita punyai untuk bertahan," kata Lintang.

Honor untuk penulis skenario biasanya dihitung per episode. Besarnya bergantung pada biaya produksi sinetron dan pengalaman penulis skenario, yakni antara Rp 1,5 juta hingga Rp 6 juta. Jadi, jika dalam satu judul ada 40 episode, penulis skenario bisa mengantongi honor maksimal Rp 240 juta.

Besar dong? "Iya, tetapi ada risikonya. Kalau enggak jadi tayang, yang dibayar hanya 75 persen," tukas Lintang. Penulis skenario di Indonesia tidak seperti di Hollywood, yang bisa mogok kerja beramai-ramai untuk menuntut kenaikan honor. "Kalau di sini, enggak mau kerja, ya produser bisa mencari orang lain," kata Lintang.

Honor untuk sutradara lebih besar dibanding penulis. Ninos Djoned enggan menyebut besarnya penghasilan menjadi sutradara sinetron selama belasan tahun. Namun, ia mengatakan, honor untuk sutradara muda berusia 25-an tahun rata-rata Rp 5 juta. "Honor akan meningkat seiring kemampuan yang meningkat pula, juga pengalaman," ujarnya.

Berapa pun honornya, kata Kasih, cukup atau tidaknya sangat tergantung pada gaya hidup. Namun, seiring berkembangnya industri ini, orang harus lebih keras berkompetisi.

Hal yang paling susah dilakukan di industri ini, kata Lintang, adalah menyatukan idealisme dengan tuntutan rating. Maunya bikin cerita bagus, tetapi produser menuntut lain, sesuai permintaan stasiun televisi.

"Dalam sinetron, kami lebih banyak menuruti kemauan produser," kata Lintang. (IVV/IND)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01541950/bisa.untuk.gantungan.hidup


siasat, Menyusui di Lokasi "Shooting"
Bekerja untuk industri hiburan memang mengasyikkan, tetapi keluarga juga menjadi prioritas. Jika waktu terbuang semua untuk bekerja, bagaimana dengan keluarga? Ninos Djoned, sutradara sinetron, berusaha untuk menyeimbangkan waktu antara keluarga dan pekerjaan.

Meskipun demikian, ia kadang-kadang harus mengalah jika pekerjaan menuntut. Dulu, Ninos selalu membawa anak pertamanya, Kaka (10), yang waktu itu berusia tiga bulan, ke lokasi shooting karena ia ingin memberi air susu ibu (ASI) eksklusif. Di lokasi, ia didampingi pengasuh bayi yang mengurus tetek-bengek kebutuhan Kaka.

Bagaimanapun, anak-anak adalah prioritas. Ninos menolak produksi sinetron berseri panjang, apalagi setelah anak keduanya, Sesa (3), lahir. Dulu ia kerap pulang larut atau pergi ke luar kota hingga dua pekan. "Kalau saya kerja sampai malam, Kaka pasti telepon dan marah-marah," katanya.

Suami Ninos, Adi Maulana, yang bekerja di bagian tata suara pada produksi film, juga kerap protes. "Suami saya juga punya jadwal kerja dari pagi hingga larut malam," tambah Ninos. Maka itu, Ninos harus bisa menyeimbangkan antara kerja dan keluarga.

Lain Ninos, lain Kasih. Meski memiliki Bondi (7), putra tunggalnya, orangtua tunggal itu terus bekerja tidak mengenal lelah. Dalam sempitnya waktu, ia tetap mengurus dan memberi kasih sayang kepada Bondi.

"Konsekuensi kerja di dunia ini memang harus punya waktu banyak. Berkeluarga normal susah deh. Aku enggak tahu orang lain bagaimana," kata Kasih.

Sementara bagi Lintang, anak adalah konsekuensi logis dalam berkeluarga. Ia pun sangat ingin memiliki anak. Namun, sejak menikah dengan Gunawan delapan tahun yang lalu, Lintang belum dikaruniai anak.

"Kami menikmati saat belum ada anak. Aku manfaatkan untuk terus menulis dan menulis. Aku sudah mencintai pekerjaan ini. Profesi menulis itu tidak ada matinya," kata Lintang. (IVV/IND)

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/01540047/menyusui.di.lokasi.shooting

Serial Televisi 'Sex and the City" Kel Layar Perak, Cinta dalam Sepasang Manolo

newline.wireimage.com/Craig Blankenhorn / Kompas Images
Dari kiri, Kristin Davis, Sarah Jessica Parker, Kim Cattrall, dan Cynthia Nixon dalam Sex and the City.

BRE REDANA

Setelah menjadi serial televisi yang paling banyak diperbincangkan orang di Amerika serta di belahan dunia lain, "Sex and the City" diangkat ke layar perak. Cerita empat perempuan ini jadi lebih menohok.

Begitulah sejatinya Sex and the City versi layar lebar. Semuanya menjadi lebih: lebih lebar, lebih glamor, lebih fokus, lebih dramatik, dan para pemerannya tentu saja lebih tua, menjadi es-te-we, matang, dan pas lucu-lucunya.

Bagi yang kurang begitu setia menonton serial HBO ini dulu, tak perlu cemas karena tidak mengenali karakter dasar empat perempuan liberated dari New York City itu, yakni Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), Samantha Jones (Kim Cattrall), Charlotte York (Kristin Davis), dan Miranda Hobbes (Cynthia Nixon). Detail karakter mereka di televisi dulu terungkap, atau malah bisa disebut mengalami redetailing. Carrie tetap karakter yang mampu keluar-masuk dalam diri dan persoalannya sendiri, Samantha tetap memburu- buru cowok, Charlotte tetap innocent dan bahagia, serta Miranda tetap agak psikosomatik dan sering nervous.

Mereka hidup dalam pencarian diri lewat lingkungan kota besar dan dunia konsumsi masa kini: sepatu mereka Manolo Blahnik dan ke atasnya gemebyar merek-merek lain dari Christian Lacroix, Carolina Herrera, Dior, sampai Vivienne Westwood. Sepintas dijelaskan di awal film, cewek-cewek usia 20-an datang ke New York untuk mengejar barang-barang bermerek. Kini, setelah 20 tahun berlalu, Carrie dan gengnya—semuanya kini umur 40-an—mengejar cinta.

Silakan kalau Anda tetap mau ngotot terlalu serius, di jagat yang oleh para penggagas postmodernis ditengarai merebaknya aspirasi terhadap segala hal remeh-temeh ini. Toh rasanya memang, lebih baik fanatik terhadap True Religion—merek jins terkenal dari Amerika itu—daripada fanatik terhadap agama dan jadi preman. Yang akan Anda saksikan dalam Sex and the City adalah dunia remeh-temeh yang dikemas menjadi tontonan segar selama lebih dari dua jam. Film ini salah satu box office di Amerika.

Sepatu itu

Cerita film ini hendak menjawab hal-hal yang mungkin dianggap masih menggantung ketika serial ini berakhir empat tahun lalu, 2004. Adakah Carrie akan menikah dengan pria yang disebut Mr Big itu? Adakah Charlotte bakal hamil dan punya anak kandung sendiri? Bisakah Miranda melanjutkan hubungannya dengan Steve, yang status sosialnya lebih rendah darinya? Lalu—ini dia—adakah Samantha bakal puas hanya dengan satu lelaki?

Drama dimulai ketika Carrie dan Big (Chris Noth) bersepakat untuk menikah. Opsi Carrie untuk kebebasan (buat apa menikah, begitu kira-kira) mulai tersingkirkan, dan dia menentukan menikah dengan Big. Pria itu telah memenuhi persyaratan: menyediakan apartemen bagus di Manhattan, dan merombak wardrobe alias lemari pakaian berikut tempat sepatu yang bisa menampung lusinan pasang sepatu mewah.

Rencana upacara pernikahan diisi sukacita memilih gaun-gaun bermerek untuk dikenakan nanti. Tak ketinggalan, persiapan pesta besar dengan ratusan undangan—yang diam-diam membuat Big ragu: yang penting pernikahan atau kemewahan gaya hidup ini? Sampai akhirnya, kesalahpahaman kecil menjadikan semua berantakan, upacara pernikahan yang telah di ujung rencana, gagal.

Cerita Carrie itu berpilin-pilin dengan cerita teman-temannya yang lain. Miranda terlibat perselisihan dengan pasangannya, Steve (David Eigenberg), sampai terus dalam kebimbangan, memaafkan atau tidak memaafkan. Charlotte terus dengan obsesinya, akankah punya anak kandung sendiri. Sedangkan Tante Samantha juga terus dengan obsesi tentang dunianya yang liberal, bebas, selalu menggugat kemapanan hubungan.

Dari konflik yang diisyaratkan itu, bisa ditebak, ke mana film akan berakhir. Sebagian isi film kemudian memang upaya berputar-putar untuk menuju penyelesaian konflik tersebut— khas tontonan opera sabun. Misalnya dengan bepergiannya empat sekawan itu ke Meksiko, kesibukan Carrie dengan kantor baru dan asisten yang tas bermereknya barang sewaan, tahun baru yang sepi bagi perempuan lajang, dan lain-lain.

Kegersangan batin Carrie karena kehilangan cinta akhirnya menemukan happy ending, ketika dia mendapati Big di apartemen yang sudah terjual, untuk mengambil sepatu yang masih tertinggal. Mereka bertemu dalam kerinduan yang memuncak.

Apa sih artinya sepasang sepatu berwarna biru, yang sampai menghuni otak dan teringat untuk mengambil, di antara urusan-urusan lain? Oh, besar sekali artinya seandainya Anda paham dunia perempuan, dan sepatu itu bermerek Manolo Blahnik. Gombal memang, tapi itulah dunia konsumsi masa kini.

http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/06/15/02031012/cinta.dalam.sepasang.manolo